Terbongkar, Ini Alasan Mengejutkan Kenapa Ada 995 Senjata di Dalam Sekolah Jaksel Sejak 2020
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin serta Kuasa Hukum Eks Ketua Yayasan, IWD, yakni Alhadid Endar Putra buka suara soal temuan 995 senjata airsoft gun di sebuah sekolah swasta, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Alhadid memastikan bahwa senjata airsoft gun yang berada di sekolah tersebut memiliki surat izin dan sudah berada sejak tahun 2020.
“Temuan senjata api. Ya, sebetulnya sih intinya semua ada izinnya. Yang temuan 995 itu semua ada izinnya. Kalau mau tahu sejarahnya itu dulunya di situ udah ada dari tahun 2020,” kata Alhadid, saat dihubungi, Kamis (6/8).
Lebih lanjut Alhadid menerangkan, senjata yang berada di gudang sekolah tersebut digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler sekolah dan sudah diizinkan oleh pihak yayasan.
“Dan semua orang juga tahu, PT Lokta Karya Perbakin itu berizin dan itu sudah disepakati dan diketahui untuk kegiatan ekskul menembak. Iya, betul untuk ekskul menembak tahun 2020. Karena ada pembinanya yang berinisial S,” terang Alhadid.
Namun, karena pembina ekskul berinisial S ini meninggal dunia pada tahun 2022, maka ekskul tersebut sudah tidak lagi berjalan.
Selain itu, senjata yang berada di sekolah juga sudah tidak dapat digunakan.
“Iya, sempat (berjalan ekskulnya). Tapi habis itu kan Pak S meninggal. Begitu Pak S meninggal ini jadi abu-abu, jadi nggak dilanjutkan lagi. Senjatanya pun udah nggak bisa dipakai lagi sekarang, udah karat semua udah nggak bisa digunakan,” ujar Alhadid.
“Jadi yang kemarin disita sama polisi pun kita udah cek, ya memang udah nggak bisa digunakan lagi itu airsoft gun-nya. Jadi ini klarifikasi aja semua, izin-izinnya semua kita punya,” terangnya.
Kemudian, dalam penyimpanan airsoft gun ini, Alhadid memastikan semuanya sesuai dengan prosedur penyimpanan.
“Sebetulnya belum ada ya, aturan spesifikasi khususnya belum ada. Tapi prinsipnya harus ada yang dijaga, pasti. Kita semenjak kita di sana juga kita jaga terus. Yang kedua, kita ada kesepakatan juga dengan sekolah mengenai ekskul-nya itu. Dan semua magazin juga dicopot. Itu udah udah suatu hal yang apa wajib lah dilakukan demi keamanan. Tapi belum ada aturan khususnya,” tegasnya.
Load more