Kisah Perjuangan Rizky dan Citra, Siswa Sekolah Rakyat yang Langsung Diceritakan Presiden Prabowo
- tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menceritakan kisah perjuangan Muhammad Rizky Pratama (12) dan Citra Nur Ramadhani (10). Keduanya merupakan siswa dari program Sekolah Rakyat (SR).
Prabowo berbagi kisah kedua siswa Sekolah Rakyat itu lantaran mengundang beberapa tamu khusus dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR/DPD 2026 di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
Di tengah pidato kenegaraannya, Prabowo mulanya membicarakan terkait program Sekolah Rakyat. Presiden RI itu pun kemudian memanggil dua siswa-siswi yang tergabung dalam progran unggulan pemerintah tersebut.
Prabowo mulanya menceritakan perjuangan Rizky, murid Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2 Medan, Sumatera Utara. Ia mengingat betul kisah siswa berusia 12 tahun itu selalu menjual ikan.
"Rizky pernah mengayuh sepeda puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual," ujar Prabowo.
Presiden Prabowo Tersentuh Perjuangan Rizky
- TVR Parlemen
Ia merasa terenyuh dengan perjuangan Rizky. Siswa Sekolah Rakyat itu telah ditinggal oleh kedua orang tuanya saat masih berusia empat tahun.
Kehidupan Rizky tidak semudah dari anak remaja pada umumnya. Karena ditinggal kedua orang tuanya, ia pun diasuh oleh kakek dan neneknya.
Meski masih kecil, tetapi hidupnya selalu berjuang untuk mencari uang dengan cara menjual ikan sambil mengandalkan sepedanya. Kondisi ini menuai pujian dari Presiden Prabowo.
Menurut Presiden Prabowo, tidak semua anak bisa setiap hari mengayuh sepeda hanya untuk menjual sekitar 30 kilogram ikan. Ia pun memuji sekaligus menilai Rizky sebagai sosok anak baik.
"Bayangkan badan seperti ini naik sepeda membawa 30 kilogram ikan. Luar biasa kau Rizky, kau anak yang baik," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga bernostalgia saat bertemu dengan Rizky dan para siswa Sekolah Rakyat lainnya. Ia di kunjungan itu juga ingin menyaksikan langsung perkembangan Rizky.
Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama itu menceritakan awal mula terkait dirinya masih belum bisa membaca dan menghitung. Ia mengalami hal tersebut ketika masih duduk di sekolah dasar.
Melalui pendampingan guru, wali asuh hingga wali asrama di Sekolah Rakyat, Rizky akhirnya bisa membaca dan menghitung dengan lancar. Rizky kala itu menceritakan perkembangan terbarunya tepat langsung di hadapan Prabowo.
Load more