Siapa Susanah dan Margarelitha? Sosok yang Disebut Presiden Prabowo saat Bicara Ingin Bansos Tepat Sasaran
- Sekretariat Presiden
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Susanah dan Margarelitha Rohi menggema dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. Keduanya langsung disebut oleh Presiden RI dalam Sidang ahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara II DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Presiden Prabowo menyebut Susanah dan Margarelitha saat membicarakan program perlindungan sosial dan bantuan sosial (bansos). Presiden RI memastikan pemerintah berkomitmen program-program perlindungan sosial dan bansos tersalurkan secara transparan.
Presiden Prabowo juga menjamin program-program tersebut juga disalurkan tepat sasaran khususnya kepada kelompok masyarakat rentan. Di momen inilah, ia memperkenalkan sosok Susanah dan Margarelitha Rohi.
"Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor," ujar Prabowo dikutip tvOnenews.com, Sabtu (15/8/2026).
Presiden Prabowo Perkenalkan Kisah Susanah dan Margarelitha Rohi
Mulanya Prabowo menceritakan kisah Susanah. Wanita dari Kabupaten Bogor itu dikenal sebagai sosok perempuan pekerja yang memperoleh manfaat bantuan dari pemerintah.
Prabowo mengungkapkan bahwa, Susanah mendapatkan program Keluarga Harapan (PKH). Ia mengatakan, wanita asal Bogor itu selalu bekerja sebagai buruh harian.
"Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700.000 per kilogram," tuturnya.
Di tengah itu, Susanah mendapat program PKH. Selain itu, wanita asal Bogor tersebut juga langsung memperoleh program sembako dari pemererintah.
"Program Keluarga Harapan dan program sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," terang Prabowo.
Gambaran nyata manfaat bantuan yang diterima sangat terasa oleh Susanah. Hal ini membuat wanita itu langsung dihadirkan dan diperkenalkan Presiden Prabowo di hadapan 600 lebih anggota DPR RI dan para pejabat negara.
Di tengah pidato kenegaraannya, Prabowo juga memperkenalkan sosok Margarelitha Rohi. Wanita tersebut dikenal sangat tangguh yang berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Prabowo mengungkapkan bahwa Margarelitha menjadi penerima bantuan sosial ATENSI. Ia merasa terenyuh dengan kisah perjuangan wanita asal Kupang tersebut yang tidak pernah merasakan pendidikan.
"Hadir pula Ibu Margarelitha Rohi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sejak kecil, ia hidup dalam kesulitan dan tidak pernah mengenyam pendidikan," ungkap Prabowo.
Hal paling menyentuh bagi Presiden RI terkait kondisi Margarelitha saat ini. Wanita tersebut selalu berjuang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sambil merawat sang tante.
"Pada usia 38 tahun, ia masih berdagang serta merawat tantenya yang sudah berusia 80 tahun. Bantuan sosial ATENSI menjadi penopang keluarganya," katanya.
Kata Prabowo soal Kehadiran Program Perlindungan Sosial dan Bansos
Melalui kisah ini, Presiden Prabowo menyampaikan penekanan terkait kehadiran negara lewat program-program perlindungan sosial dan bansos. Bagi dia, kedua program ini tidak semata untuk menggantikan kerja keras rakyat.
Ia menambahkan, kehadiran program-program tersebut juga setidaknya dapat memastikan kerja keras rakyat tidak sia-sia.
Di kesempatan yang sama, Presiden RI kembali mengungkapkan pencapaian pemerintah, khususnya mengenai digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos).
Ia menuturkan, program digitalisasi bansos terutama program Keluarga Harapan memiliki kesuksesan di mana dapat memangkas waktu verifikasi penerima manfaat yang mulanya dari 75 hari sampai dengan 200 hari, terkini menjadi hanya hitungan jam bahkan menit.
Tidak hanya itu, tambah Prabowo, adanya digitalisasi juga menyetop prosedur berbelit-belit. Sebab, hal ini sebelumnya dialami oleh para penerima manfaat saat hendak menerima paket bantuan dari pemerintah.
"Sebelumnya, keluarga tidak mampu harus mengeluarkan Rp150.000 untuk perjalanan, dokumen, fotokopi, dan waktu kerja yang hilang. Sekarang, pendaftaran dapat dilakukan tanpa biaya, gratis. Pemeriksaan kelayakan yang sebelumnya dapat dilakukan dalam waktu 75-200 hari, kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit atau jam," ucap Prabowo.
(hap)
Load more