News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Warga "Pas-pasan" Masuk Desil Atas, Airlangga Sebut Sedang Bongkar Ulang Data Bansos

Polemik Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional kembali mencuat setelah warga berpenghasilan pas-pasan ditemukan masuk dalam kelompok ekonomi atas.
Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:35 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Polemik Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kembali mencuat setelah warga berpenghasilan pas-pasan ditemukan masuk dalam kelompok ekonomi atas.

Kondisi ini menjadi sorotan karena posisi desil dalam DTSEN berkaitan langsung dengan penentuan penerima bantuan sosial (bansos) pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membuka peluang untuk mengubah kembali pengelompokan desil apabila hasil pemutakhiran data menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat telah berubah.

“Iya selalu data kan selalu sifatnya dinamis,” ujar Airlangga kepada wartawan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).

DTSEN membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok kesejahteraan. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 berada di posisi paling sejahtera.

Masalah muncul ketika klasifikasi dalam data tidak mencerminkan kondisi warga yang sebenarnya.

Masyarakat dengan penghasilan terbatas dapat tercatat dalam desil yang lebih tinggi, sehingga berpotensi memengaruhi akses mereka terhadap program perlindungan sosial.

Persoalan tersebut menjadi semakin krusial karena pemerintah kini menggunakan DTSEN sebagai satu-satunya basis data dalam penyaluran bansos.

Artinya, kesalahan atau ketidaksesuaian klasifikasi dapat berpengaruh langsung terhadap siapa yang masuk atau tidak masuk dalam sasaran bantuan.

Pemerintah kini melakukan survei ekonomi untuk menguji kembali kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Hasil survei tersebut akan menjadi salah satu bahan evaluasi terhadap pengelompokan masyarakat berdasarkan desil dalam DTSEN.

“Sekarang kan sedang ada economic survey jadi tentu kemarin khusus untuk desil ekonomi itu basisnya di DTSEN dan sekarang kebijakan untuk bansos itu menggunakan satu data dari DTSEN. Nah, sekarang survei ekonomi sedang dilakukan nanti kita lihat dulu,” jelas dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengelompokan ekonomi dalam data pemerintah sendiri tidak hanya ditentukan berdasarkan besaran gaji seseorang. Badan Pusat Statistik (BPS), dengan mengacu pada ukuran Bank Dunia, menggunakan indikator pengeluaran per kapita setiap bulan yang dibandingkan dengan garis kemiskinan.

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, garis kemiskinan Indonesia tercatat sebesar Rp582.932 per kapita per bulan. Angka ini menjadi salah satu dasar untuk melihat posisi ekonomi masyarakat berdasarkan tingkat pengeluarannya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ruben Onsu Ungkap Alasan Buat 3 Laporan Polisi: Demi Jaga Harga Diri di Mata Anak

Ruben Onsu Ungkap Alasan Buat 3 Laporan Polisi: Demi Jaga Harga Diri di Mata Anak

Ruben Onsu mengungkap alasan membuat tiga laporan polisi ke Polda Metro Jaya demi menjaga harga diri di mata anak-anaknya di tengah polemik video call viral.
Penuh Kejanggalan, Jurnalis Eropa Sindir Kelakukan AFC usai Malaysia Masuk Nominasi Association of the Year: Sangat Konyol

Penuh Kejanggalan, Jurnalis Eropa Sindir Kelakukan AFC usai Malaysia Masuk Nominasi Association of the Year: Sangat Konyol

Keputusan AFC memasukkan FAM dalam nominasi Association of the Year menuai kritik dari jurnalis Prancis, Romain Molina. Ia mempertanyakan pencalonan tersebut.
BRI Jadi Sponsor Utama SEAA Masters 2026, Linda Hery Gunardi Kagum dengan Peserta Berusia hingga 86 Tahun

BRI Jadi Sponsor Utama SEAA Masters 2026, Linda Hery Gunardi Kagum dengan Peserta Berusia hingga 86 Tahun

Ketua IWABRI, Linda Hery Gunardi, bang dengan penyelenggaraan 3rd SEAA Masters Swimming Championship 2026 yang mendapatkan dukungan BRI sebagai sponsor utama.
OJK DIY Sebut 12 Ribu Kasus Scam Rugikan Masyarakat Lebih dari Rp100 Miliar

OJK DIY Sebut 12 Ribu Kasus Scam Rugikan Masyarakat Lebih dari Rp100 Miliar

Tingginya jumlah laporan scam menunjukkan bahwa penipuan digital masih menjadi ancaman bagi masyarakat, terutama pengguna media sosial dan perangkat pintar.
Dihukum 30 Bulan Gegara Kasus Pemukulan, Eks Timnas Indonesia Jhonny van Beukering Akhirnya Buka Suara

Dihukum 30 Bulan Gegara Kasus Pemukulan, Eks Timnas Indonesia Jhonny van Beukering Akhirnya Buka Suara

Eks striker Timnas Indonesia Jhonny van Beukering akhirnya buka suara setelah diskors 30 bulan akibat kasus kekerasan di Belanda. Ia turut membagikan video insiden.
Aron Ashab Mengaku Takut Lapor Polisi saat Disekap Selama 6 Bulan, Begini Kronologinya

Aron Ashab Mengaku Takut Lapor Polisi saat Disekap Selama 6 Bulan, Begini Kronologinya

Aron Ashab mengaku disekap selama 6 bulan di Tasik dan takut lapor polisi. Sunan Kalijaga mengungkap kronologi hingga upaya Aron melarikan diri ke Jakarta.

Trending

Berbuat Asusila di Masjid Makkah, 2 WN Bangladesh Dihukum Mati oleh Arab Saudi

Berbuat Asusila di Masjid Makkah, 2 WN Bangladesh Dihukum Mati oleh Arab Saudi

Berbuat asusila di salah satu masjid Makkah, dua warga negara Bangladesh dijatuhi hukuman mati oleh Pemerintah Arab Saudi.
Dalam Semalam, Polisi Tangkap Dua Kades Terkait Narkoba

Dalam Semalam, Polisi Tangkap Dua Kades Terkait Narkoba

Satuan Reserse Narkoba Polresta Sumenep mengamankan dua kepala desa dalam pengungkapan kasus dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu, Jumat.
Daftar Film dan Sinetron yang Dibintangi Aron Ashab, Aktor yang Viral usai Mengaku Diculik 6 Bulan

Daftar Film dan Sinetron yang Dibintangi Aron Ashab, Aktor yang Viral usai Mengaku Diculik 6 Bulan

Daftar film dan sinetron yang dibintangi Aron Ashab, aktor yang viral usai lama menghilang, kini muncul dan mengaku diculik selama 6 bulan terakhir.
FIFA Sanksi Denda Rp361 juta dan Penutupan Tribun Laga Kandang Spanyol Karena Chant Anti Muslim Vs Mesir

FIFA Sanksi Denda Rp361 juta dan Penutupan Tribun Laga Kandang Spanyol Karena Chant Anti Muslim Vs Mesir

FIFA resmi menjatuhi sanksi pada Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) berupa denda 20.000 dolar AS atau setara dengan Rp361 juta dan diwajibkan menutup sebagian tribun pada pertandingan kandang berikutnya.
Uangnya Sudah Tercampur, Tong Biru Isi Rp934 Juta Ditemukan di Rumah Adik Bupati Klaten

Uangnya Sudah Tercampur, Tong Biru Isi Rp934 Juta Ditemukan di Rumah Adik Bupati Klaten

KPK mengungkap fakta baru terkait kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan di dalam tong biru yang diboyong ke Jakarta ada uang sekitar Rp934 juta.
KPK: HT untuk Penanganan Karhutla Termasuk yang Diduga Dikorupsi dalam Penggunaan Dana Siap Pakai BNPB

KPK: HT untuk Penanganan Karhutla Termasuk yang Diduga Dikorupsi dalam Penggunaan Dana Siap Pakai BNPB

KPK mengungkap fakta mengejutkan dibalik kasus dugaan korupsi penggunaan dana siap pakai BNPB. HT untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) termasuk yang diduga dikorupsi.
Terdampak Karhutla, Dua Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dibatalkan

Terdampak Karhutla, Dua Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dibatalkan

Dua penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan akibat gangguan jarak pandang imbas karhutla di sejumlah wilayah Indonesia. Pihak Bandara Soekarno-Hatta telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi.
Selengkapnya

Viral