Dihadiri Mahfud MD Sebagai Ketua Dewan Penasehat, Rampimnas IKA UII 2026 Digelar dengan Komitmen Perkuat Peran Alumni
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) meneguhkan komitmen memperkuat peran alumni sebagai kekuatan strategis bagi keberlanjutan Universitas Islam Indonesia (UII). Komitmen tersebut ditegaskan melalui Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) IKA UII 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Mengusung tema Alumni Sebagai Masa Depan UII: Dari Ikatan Emosional Menuju Kekuatan Institusional”, RAPIMNAS menjadi momentum konsolidasi nasional sekaligus merumuskan arah transformasi IKA UII dalam menyongsong abad kedua UII.
RAPIMNAS diikuti jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKA UII, delegasi DPW dan DPD, perwakilan IKA UII luar negeri, badan otonom, serta unsur Rektorat dan Yayasan Badan Wakaf UII. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan agenda organisasi dan memperkuat sinergi seluruh elemen keluarga besar UII.
Ketua Umum DPP IKA UII, Ari Yusuf Amir mengatakan RAPIMNAS 2026 memiliki posisi penting dalam perjalanan organisasi. Menurutnya, forum tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi momentum strategis untuk memperkuat posisi alumni dalam mendukung keberlanjutan almamater.
“Forum ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk meneguhkan peran alumni sebagai pilar utama keberlanjutan Universitas Islam Indonesia menuju abad keduanya,” ujar Ari.
Ia menjelaskan, penguatan peran alumni tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang UII yang didirikan pada 8 Juli 1945, sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Sejak awal, para pendiri UII telah meletakkan cita-cita bahwa kemerdekaan bangsa harus dibangun melalui kemerdekaan politik, intelektual, moral, dan peradaban.
Dalam perjalanan sejarahnya, UII berkembang sebagai institusi pendidikan yang mempertemukan nilai keislaman, keilmuan, kebangsaan, dan kemanusiaan. Karena itu, menurut Ari, amanah sejarah tersebut menjadi tanggung jawab seluruh keluarga besar UII, termasuk para alumni.
IKA UII dinilai memiliki modal sosial yang besar, bukan hanya karena kesamaan almamater, tetapi juga karena adanya kesamaan nilai, tradisi, integritas, keislaman, keindonesiaan, serta sejarah perjuangan UII. Modal sosial tersebut, kata Ari, perlu ditransformasikan menjadi kekuatan yang memberikan kontribusi secara lebih sistematis bagi keberlanjutan almamater.
Dalam kerangka itu, RAPIMNAS IKA UII 2026 diarahkan untuk membangun ekosistem alumni yang tidak hanya kuat secara emosional, tetapi juga mampu menjadi kekuatan institusional yang strategis bagi UII.
Arah transformasi tersebut mencakup enam agenda strategis, yakni transformasi peran alumni sebagai mitra strategis jangka panjang UII; penguatan kemandirian finansial melalui pengembangan dana abadi dan filantropi; transformasi organisasi melalui digitalisasi database dan penguatan struktur kelembagaan; penguatan kultur melalui budaya giving back dan profesionalisme; pengembangan program strategis seperti Career Center dan Innovation Fund; serta penguatan kolaborasi dengan Rektorat, korporasi, dan pemerintah.
Enam agenda tersebut selanjutnya diarahkan ke dalam penyusunan Roadmap Transformasi IKA UII 2026–2031, Program Prioritas Nasional, serta Rencana Tindak Lanjut Nasional. Ari menegaskan, RAPIMNAS harus menghasilkan agenda yang konkret dan dapat dilaksanakan bersama.
“Momentum strategis ini diwujudkan melalui penyusunan Roadmap Transformasi IKA UII 2026–2031, perumusan Program Prioritas Nasional, serta Rencana Tindak Lanjut Nasional yang implementatif,” katanya.
Selain konsolidasi organisasi, RAPIMNAS IKA UII 2026 juga dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial sebagai bentuk tanggung jawab sosial alumni melalui semangat IKA UII PEDULI. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Yogyakarta, antara lain melalui penyaluran paket sembako bagi lansia, anak yatim piatu, marbot masjid, petugas kebersihan, dan penyandang disabilitas.
Bakti sosial juga mencakup pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Selain itu, IKA UII menyediakan konsultasi serta bantuan hukum gratis bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan dan perlindungan hukum.
Ketua Dewan Penasehat DPP IKA UII, Prof. Dr. Mahfud MD, turut memberikan pesan kepada jajaran IKA UII agar menjalankan amanah organisasi dengan kerja keras, doa, serta tetap berpegang pada nilai-nilai yang menjadi landasan UII.
“Kesuksesan organisasi ditentukan oleh usaha keras, diiringi doa dan kesetiaan terhadap nilai-nilai UII,” tegas Mahfud.
Melalui RAPIMNAS 2026, IKA UII meneguhkan transformasi dari ikatan emosional menuju kekuatan institusional yang lebih terstruktur, profesional, mandiri, dan kolaboratif. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen keluarga besar alumni untuk menjaga amanah sejarah UII sekaligus memperkuat kontribusi alumni bagi almamater, masyarakat, bangsa, dan negara dalam menyongsong abad kedua Universitas Islam Indonesia.
Load more