Karhutla Capai 72.798 Hektare, Tito Keluarkan Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Dibakar: Tanpa Kecuali
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia telah mencapai skala besar. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 72.798,73 hektare, dengan Kalimantan Barat menjadi wilayah paling parah terdampak.
Di tengah meluasnya karhutla, pemerintah memperketat pencegahan agar tidak muncul titik api baru. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bahkan mengeluarkan Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2026 yang memerintahkan kepala daerah melarang pembukaan lahan dengan cara dibakar tanpa pengecualian.
Tito mengatakan kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota. Larangan itu kini juga mencakup pembukaan lahan dengan alasan adat.
“Saya mengeluarkan Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2026, yang intinya melarang kepala daerah-bupati, gubernur, wali kota-pembukaan lahan dengan cara membakar tanpa kecuali. Kalau kemarin kan ada pengecualian masalah adat, sekarang tanpa kecuali,” kata Tito di JCC, Jakarta Pusat, Minggu (23/8/2026).
Menurut Tito, instruksi tersebut diterbitkan sebagai langkah cepat untuk mencegah bertambahnya titik pembakaran di tengah kondisi karhutla yang masih meluas. Instruksi itu dikeluarkan sehari setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung penanganan karhutla di Kalimantan.
“Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2026 saya keluarkan kemarin, langsung. Meskipun Menteri Lingkungan Hidup juga sudah mengeluarkan edaran tanggal 10,” sebutnya.
Tito menegaskan penanganan karhutla saat ini tidak bisa hanya berfokus pada pemadaman api yang sudah terlanjur muncul. Pemerintah juga harus memutus potensi munculnya sumber api baru melalui pengawasan dan pelarangan pembukaan lahan dengan metode pembakaran.
“Jadi strategi utamanya, yang sudah terlanjur terbakar harus segera dipadamkan dan dilokalisasi dengan semua mobilisasi kekuatan, termasuk dari (Kementerian) PU, Kementerian Pertanian, dan lain-lain,” ungkap dia.
Besarnya skala karhutla tergambar dari data BNPB. Berdasarkan data yang disampaikan Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari pada Minggu (22/8/2026), luas lahan terbakar di Indonesia telah mencapai sekitar 72.798,73 hektare.
Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan luas karhutla terbesar, yakni mencapai 38.310,89 hektare. Untuk menangani kebakaran di wilayah tersebut, sebanyak 10.010 personel Satgas darat telah dikerahkan.
Di posisi berikutnya terdapat Riau dengan luas lahan terbakar mencapai 16.249,24 hektare, disusul Kalimantan Selatan 8.019,62 hektare dan Kalimantan Tengah 7.634,46 hektare. Sementara itu, Sumatera Selatan mencatat 1.926,23 hektare dan Jambi sekitar 658,29 hektare.
Secara keseluruhan, kekuatan Satgas darat yang dikerahkan di enam provinsi tersebut mencapai 57.267 personel. Riau menjadi wilayah dengan jumlah personel terbesar, yakni 17.764 orang, disusul Kalimantan Tengah 10.700 personel dan Sumatera Selatan 11.567 personel. Kalimantan Barat mengerahkan 10.010 personel, Jambi 5.818 personel, dan Kalimantan Selatan 1.408 personel. (agr/rpi)
Load more