Viral Bos Restoran Korea Diduga Rudakpaksa Karyawan, Ini Kronologi dan Modus yang Diungkap Korban
- tim tvOnenews / Wildan Mustofa
tvOnenews.com - Kabar dugaan kekerasan seksual yang menyeret seorang bos restoran Korea di Surabaya menjadi perhatian setelah cerita para korban beredar dan ramai dibicarakan di media sosial. SSY (64), pemilik restoran Korea di kawasan Jalan Mayjen HR Muhammad, Surabaya, dilaporkan oleh dua orang yang mengaku mengalami kekerasan seksual.
Kasus tersebut tidak hanya berkaitan dengan satu laporan. Kuasa hukum korban, Vena Naftalia, menyebut sedikitnya lima orang telah menghubunginya dan menceritakan dugaan tindakan serupa.
Dua di antaranya, MAD (28), seorang karyawan restoran, dan SUF (24), asisten rumah tangga yang bekerja di rumah terduga pelaku, telah membuat laporan polisi.
Cerita para korban kemudian mengarah pada dugaan pola yang serupa, mulai dari ajakan minum alkohol hingga tekanan yang dikaitkan dengan pekerjaan.
Polisi telah membenarkan adanya laporan dugaan kekerasan seksual tersebut. Namun, sampai saat ini seluruh tuduhan terhadap SSY masih merupakan dugaan dan proses hukum masih berjalan.
Melansir dari berbagai sumber, berikut kronologi dugaan kekerasan seksual terhadap karyawan restoran Korea di Surabaya:
MAD mengaku dugaan kekerasan seksual pertama kali terjadi pada 12 Maret 2026. Menurut keterangannya, ia terlebih dahulu diajak minum alkohol hingga kehilangan kesadaran.
"Itu minum mulai pukul 20.00 WIB malam, sampai dini hari 13 Maret 2026. Saya di resto dicekoki minuman. Setelah selesai minum, saya kehilangan kesadaran," ujar MAD.
Ia mengira dirinya akan diantar pulang ke kos. Namun, menurut pengakuannya, ia justru dibawa ke sebuah hotel menggunakan mobil teman SSY.
MAD juga mengaku mendapatkan ancaman yang berkaitan dengan pekerjaan, gaji, hingga keselamatan keluarganya.
"Dia marah mengancam pecat saya, gaji tidak dikeluarkan, keluarga diancam mau dikirimi tukang pukul. Karena kondisi saya dibawah pengaruh alkohol, dia memperkosa saya saat itu," bebernya.
MAD mengatakan kejadian serupa diduga kembali terjadi. Pada 21 Mei 2026, ia mengaku diminta tinggal di rumah SSY di kawasan Wiyung. Ia kembali mengaku diberi minuman alkohol dan berada dalam tekanan.
"Modusnya sama, memberi saya banyak minuman beralkohol. Saya ketakutan. Takut keluarga saya dibunuh atau saya yang dibunuh," terangnya.
Load more