Camat di NTT Luapkan Amarah Kepada Petugas BNPB Soal Bantuan Korban Gempa Viral, Camat: Saya Stress, Rasa Tertekan
- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @reset.feeds
tvOnenews.com - Seorang Camat Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Agustinus Supratman viral di media sosial.
Pasalnya, Agustinus terekam kamera saat meluapkan amarah kepada seorang petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di posko logistik Kecamatan Lamba Leda Utara perihal jumlah bantuan untuk korban gempa yang tidak sesuai.
Agustinus meluapkan amarahnya lantaran jumlah bantuan yang disalurkan untuk korban gempa tidak sebanding dengan angka yang dilaporkan.
Camat Lamba Leda Utara itu murka hingga menunjuk-nunjuk wajah petugas BNPB itu, bahkan membanting karung beras di hadapan petugas tersebut.
Video kekesalan Agustinus terhadap petugas BNPB itu viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @reset.feed.
Agustinus merasakan stress dan tertekan untuk menjadi penyalur bantuan ke 11 desa.
“Saya Stress, saya sudah tidak kuat lagi,” ungkap Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, dikutip dari akun Instagram @reset.feed.
“Bapak ngomong disana bilang bapak punya bantuan banyak supaya orang dengar disana. Di telepon saya rekam. Bapak keterlaluan, ini bapak punya bantuan?” sambungnya sambil menunjuk wajah petugas BNPB itu.
- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @reset.feeds
Petugas BNPB yang hingga kini masih belum diketahui namanya itu berusaha menenangkan Camat Lamba Leda Utara.
“Tenang dulu, sama-sama kita bantu ya,” kata petugas BNPB.
“Saya stress, tolong bagi rata! Semua bantuan yang datang itu tolong bagi rata, saya hargai bapak dari kemarin seperti Tuhan,” tegas Agustinus.
Selain itu, terdengar suara seorang pria yang merekam kejadian tersebut merasa iba dengan Camat yang sudah berusaha mengatur bantuan untuk 11 desanya.
“Kasihan Pak Camat yang atur setengah mati di sini,” tambah pria perekam video.
Setelah itu, petugas BNPB itu sempat mempertanyakan mengapa Agustinus memarahinya terkait bantuan itu.
“Kenapa marahnya sama saya?” tanya petugas BNPB kepada Camat.
Kemudian, Agustinus menjawab bahwa dirinya merasa tertekan dengan pembagian bantuan yang dinilai tidak merata.
Sementara itu, seluruh warga di 11 desa terus mempertanyakan distribusi bantuan kepadanya.
“Karena rasanya saya seperti ditekan Pak, saya harus bagi ke 11 desa, Pak. Bukan begitu caranya, saya sangat tidak setuju. Semua desa sekarang protes ke saya, semua pada teriak bantuan, saya bagi 11 desa tapi Bapak tekan saya, saya rasa tertekan sekali, saya merasa beban sekali,” pungkasnya.
Meski petugas BNPB itu mencoba menenangkan Agustinus, tetapi Camat Lamba Leda Utara itu terus mempertanyakan jumlah bantuan yang tersedia.
“Pak omong baik-baik, kita urus masyarakat ini, Pak. Bapak sudah mulai telepon saya, tekan-tekan supaya orang dengar di sana. Bapak bilang banyak bantuan ke sini. Mana? Ini Bapak punya bantuan? Ini! ini!”
Dirinya menegaskan bahwa bantuan tersebut harus dibagikan secara merata ke 21.171 jiwa di 11 desa pada Kecamatan Lamba Leda Utara.
Jika bantuan tersebut tidak dibagikan secara merata, maka desa lainnya akan protes kepadanya. Namun, bantuan yang diterima tidak sebanyak yang dilaporkan oleh petugas BNPB tersebut.
(kmr)
Load more