Bila PLTS 100 GWp Tuntas 2 Tahun, Prabowo Janji Kasih Bintang Tanda Kehormatan
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menaikkan level tantangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp). Target yang semula dipatok selesai dalam tiga tahun atau pada 2029, kini didorong lebih cepat menjadi dua tahun.
Tak tanggung-tanggung, Prabowo menjanjikan penghargaan berupa bintang atau tanda kehormatan bagi tim energi apabila mampu menuntaskan proyek raksasa tersebut dalam dua tahun.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada Acara Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (25/8/2026).
“Terima kasih semua unsur hari ini hari penting kita launching dan saya percaya mungkin kurang dari tiga tahun kita akan sampai 100 Gigawatt. Iya kan?” kata Prabowo.
Prabowo kemudian membandingkan target pembangunan PLTS dengan pengalaman pemerintah dalam mengejar swasembada pangan. Menurutnya, target empat tahun yang diberikan untuk swasembada pangan justru berhasil dicapai jauh lebih cepat, yakni dalam waktu satu tahun.
“Dulu swasembada pangan saya beri target empat tahun, tim ekonomi, tim pertanian, tim pangan berhasil satu tahun,” ujar Prabowo.
Capaian tersebut membuat Prabowo menaikkan ekspektasi terhadap tim energi. Jika target tiga tahun untuk PLTS 100 GWp dinilai masih terlalu longgar, Prabowo secara terbuka mendorong penyelesaian proyek tersebut hanya dalam dua tahun.
“Berarti kalau saya kasih target tiga tahun untuk tim energi, enggak lah udah, dua tahun lah ya. Kalau berhasil dua tahun, tim energi dapat bintang lagi aku kasih tanda kehormatan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi tantangan langsung bagi jajaran yang bertanggung jawab terhadap sektor energi. Sebelumnya, Prabowo telah meminta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala Danantara Rosan Roeslani, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, hingga Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan kesiapan untuk mengawal program tersebut.
Bagi Prabowo, pembangunan 100 GWp PLTS bukan sekadar proyek penambahan kapasitas pembangkit. Program tersebut ditempatkan sebagai bagian dari agenda besar untuk membawa Indonesia menuju kemandirian energi.
“Intinya 100 Gigawatt kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Prabowo.
Jika target dua tahun benar-benar terealisasi, percepatan tersebut akan menjadi lompatan besar dalam pengembangan energi surya nasional. Pemerintah sebelumnya menyebut Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas PLTS terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp.
Prabowo kemudian menutup sambutannya dengan pesan agar seluruh jajaran bekerja tanpa terikat kalender libur.
“Baik saya kira itu dari saya. Terima kasih Saudara semua unsur. Selamat bekerja. Hari ini hari penting, walaupun libur, walaupun Maulid Nabi kita berjuang untuk rakyat kita,” ujarnya.
Prabowo bahkan menyebut padatnya agenda pemerintahan sebagai konsekuensi dari pengabdian. Ia meminta jajaran Kabinet Merah Putih siap bekerja keras untuk mengejar target yang telah ditetapkan.
“Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah. Dan itu risiko, risiko pengabdian ya. Yang tidak sanggup boleh minggir, banyak yang ingin menggantikan Saudara,” tegas Prabowo. (agr/aag)
Load more