Presiden Prabowo Gaungkan Revolusi Hijau di NTT: No Tree, No Forest
- Youtube/Setpres
Namun, Prabowo kembali menekankan bahwa penyediaan infrastruktur air harus dibarengi perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Untuk mempercepat penghijauan, pemerintah pusat akan membantu membangun pusat persemaian atau nursery dan fasilitas perbenihan di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Fasilitas tersebut akan menjadi tempat penyemaian benih pohon produktif sebelum ditanam di berbagai kawasan terbuka.
“Jadi nanti dibantu oleh pusat, kita bangun nursery, perbenihan ya, di Provinsi dan di tiap Kabupaten perbenihan untuk disemaikan benih-benih pohon yang produktif,” ungkapnya.
Prabowo mengarahkan agar lahan terbuka tidak dibiarkan begitu saja. Selain tanaman produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi, pohon yang memiliki fungsi menjaga ketersediaan air juga harus ditanam.
“Ya, pohon dan tanaman produktif. Semua lahan yang terbuka kita tanam pohon yang produktif dan pohon-pohon untuk mengamankan air,” tutur dia.
Untuk kawasan pegunungan, Prabowo mendorong penerapan konsep permaculture. Ia mengakui metode tersebut tidak akan memberikan hasil secara instan, tetapi dapat memberikan manfaat besar terhadap tata air jika dilakukan secara konsisten.
“kemudian gunung-gunung kita lakukan apa yang disebut permaculture. Permaculture ini memang tidak bisa langsung satu-dua tahun hasilnya, tapi kalau dilakukan dengan teliti dalam empat, lima, enam tahun itu bisa menampung dan menambah air di dalam bumi,” tandasnya. (agr/dpi)
Load more