Wacana Percepatan Pemilu 2029 Tuai Penolakan, Budi Arie Diminta Tak Anggap Enteng Pernyataannya
- Tangkapan layar
Wacana Percepatan Pemilu 2029 Ditolak
Haikal menilai pernyataan tersebut harus dilihat secara serius karena menyangkut agenda Pemilu 2029.
Ia bahkan mengkhawatirkan apabila wacana percepatan tersebut berkembang menjadi gerakan yang terstruktur.
“Kita melihat itu sebuah ucapan yang sistematis. Kita melihat itu sebuah gerakan. Jangan dikira kita diam saja. Kalau ada gerakan untuk percepatan Pemilu 2029, kita enggak bakal diam,” katanya.
Menurut Haikal, sikap tersebut merupakan pandangan pribadinya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Ia menegaskan belum dapat menerima begitu saja permintaan maaf yang disampaikan Budi Arie.
“Ini saya bicara atas nama pribadi. Dia bilang minta maaf pada masyarakat Indonesia. Saya masyarakat Indonesia, dan saya tidak bisa memaafkan dalam artian saya mau menelusuri lebih dalam lagi, meneliti lebih dalam lagi seberapa siap, seberapa kuat, seberapa terstruktur dan seriusnya dalam membuat percepatan Pemilu 2029. Itu udah jelas inkonstitusional,” ujar Haikal.
Video Budi Arie Viral
Sebelumnya, video berdurasi sekitar 1 menit 47 detik yang memperlihatkan Budi Arie berbicara dalam sebuah forum menjadi perhatian publik setelah beredar luas.
Dalam video tersebut, Presiden ke-7 RI Joko Widodo terlihat berada di sebelah Budi Arie.
Budi Arie dalam forum itu menyampaikan bahwa dirinya memiliki insting mengenai kemungkinan situasi politik yang terjadi “lebih cepat dari 2029”. Ia kemudian mempertanyakan kesiapan peserta forum apabila terjadi percepatan di tengah pembicaraan mengenai Pemilu 2029.
Sejumlah peserta forum terdengar memberikan respons seperti “siap” dan “oke”.
Pernyataan tersebut kemudian memicu perhatian publik karena dikaitkan dengan kemungkinan perubahan agenda Pemilu 2029.
Setelah video tersebut viral, Budi Arie memberikan klarifikasi melalui rekaman video. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak berkenan dengan pernyataannya.
Namun, bagi Haikal, persoalan tersebut tidak berhenti pada permintaan maaf. Ia menilai kemungkinan adanya gagasan mengenai percepatan Pemilu 2029 tetap perlu ditelusuri.
“Kalau memang ada upaya mendompleng, menciptakan, atau membuat sebuah suasana percepatan, itu akan kita teliti lebih dalam. Tapi intinya, ucapan permohonan maaf itu buat saya tidak bisa dimaafkan begitu saja,” pungkasnya.
Load more