Niat Matikan Lampu Toko, Bambang Setiawan Malah Jadi Korban Jiwa Kerusuhan di Pejompongan
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews
Penglihatan Bambang disebut sudah mulai kabur dan dalam kesehariannya harus menggunakan kacamata. Karena itu, keluarga sebenarnya khawatir membiarkannya keluar seorang diri.
“Terus enggak lama ya mungkin mereka pikir keadaan sudah mulai kondusif, makanya mereka keluar, adikku keluar duluan. Enggak lama pas adikku jalan keluar ya menurut Ibuku, ‘Ya sudahlah ada anaknya ini yang bakalan lihatin gitu kan.’ Jadi keluarnya enggak sendiri karena kan memang Bapak saya itu penglihatannya sudah sedikit kabur karena kesehariannya harus pakai kacamata,” ungkap dia.
Namun, situasi di depan rumah ternyata belum benar-benar aman.
“Nah, setelah itu adikku ke depan, mungkin adikku tuh enggak terlalu ngeh kalau misalkan Bapak ikut keluar gitu. Nah, terus enggak lama kejadian itu ternyata massa masih ada di depan,” cerita Wisnu.
Bambang disebut hendak mematikan lampu toko karena cahaya dari dalam toko dapat membuat kondisi di dalam bangunan terlihat jelas dari luar. Terlebih, toko tersebut dipenuhi kaca yang menjadi sumber mata pencaharian keluarga.
“Setelah itu ya mungkin Bapakku ke depan berniat mau matiin lampu (toko) karena kan beliau jualan kaca keseharian, lampu nyala itu sangat kelihatan banget ke dalam, kalau di dalam ada kaca takutnya ada perusakan atau gimana kan,” jelas dia.
“Jadi mata pencaharian ya dibela-belain sampai segitunya Bapak. Terus sudah itu ya sudah enggak ada kabar lagi,” imbuhnya.
Sejak saat itu, Bambang tidak kembali ke rumah. Keluarga mulai panik ketika adik Wisnu menghubunginya dan memberitahukan bahwa Bambang belum juga pulang. Wisnu kemudian berupaya mencari keberadaan ayahnya, termasuk memastikan apakah Bambang masih berada di Rumah Sakit Pelni.
“Aku dapat telepon dari adikku dikabarin kalau misalkan ‘Mas, Bapak belum pulang.’ Coba dilihat dulu, karena kan pantauan aku tuh Bapak ada di Pelni, Rumah Sakit Pelni menemani temannya yang sakit,” jelas Wisnu dengan suara yang bergetar.
“Setelah itu, aku minta konfirmasikan coba tanya dulu siapa yang ada di Rumah Sakit Pelni, sudah sudah ditanya enggak ada. Coba telepon anaknya siapa tahu mungkin anaknya tahu, ternyata anaknya enggak tahu,” kata dia.
Load more