Niat Matikan Lampu Toko, Bambang Setiawan Malah Jadi Korban Jiwa Kerusuhan di Pejompongan
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews
Pencarian kemudian diarahkan kepada orang-orang yang terakhir bertemu Bambang. Namun, tidak ada satu pun informasi yang bisa memastikan keberadaannya setelah ia meninggalkan rumah.
“Coba tanya di rumah terakhir ketemu sama Bapak tuh kapan? Sudah ditanya-tanya tanya tanya, ya beliau ini sempat ketemu sama beberapa orang, tapi jawabannya itu enggak ada yang setelah itu sudah enggak kelihatan lagi,” jelas dia.
Bambang kemudian diketahui menjadi korban dalam kerusuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan pada malam setelah demonstrasi 27 Agustus di depan Gedung DPR/MPR RI.
Polisi menyatakan masih menyelidiki kematian Bambang yang diduga menjadi korban pengeroyokan. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih mengumpulkan fakta-fakta hukum dari lokasi kejadian.
“Kami sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan fakta-fakta hukum yang ada di lapangan yang kami peroleh,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin.
Polisi sebelumnya menerima laporan mengenai adanya korban pengeroyokan di kawasan tersebut. Namun, proses evakuasi tidak dapat dilakukan segera lantaran kondisi di lapangan masih belum kondusif.
“Sehingga pada saat lokasi itu sudah diamankan, Bidokes Polda Metro Jaya mengevakuasi seseorang laki-laki yang dalam kondisi pingsan,” kata Budi.
Bambang kemudian dibawa ke Rumah Sakit Mintoharjo. Nyawanya tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia. Jenazah Bambang selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses identifikasi dan visum. (agr/aag)
Load more