GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anak Ungkap Sisi Lain Bambang Setiawan Korban Kerusuhan Pejompongan: Beliau Seasik Itu Jadi Bapak

Di balik kematian Bambang Setiawan (60), korban kerusuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, tersimpan cerita tentang sosok ayah yang dikenal sederhana,
Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:14 WIB
Luka Luar Sudah Memprihatinkan, Keluarga Tolak Autopsi Jenazah Bambang Setiawan: Enggak Tega
Sumber :
  • tvOnenews - Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com – Di balik kematian Bambang Setiawan (60), korban kerusuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, tersimpan cerita tentang sosok ayah yang dikenal sederhana, mudah bergaul, dan tidak pernah segan membantu orang lain.

Cerita itu disampaikan Wisnu (35), anak Bambang, saat ditemui tvOnenews.com di kawasan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, Minggu (30/8/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Wisnu, ayahnya bukan sosok yang hanya dekat dengan orang-orang seusianya. Bambang dikenal mampu bergaul dengan siapa saja, termasuk anak-anak muda di lingkungan sekitarnya.

“Sosok Bapak semasa hidup yang saya lihat tuh gimana ya? Dia humble banget sih, dia bergaul enggak dengan yang seumuran beliau saja, tapi bergaul dengan bahkan yang lebih muda, ngobrol, bercanda, bahkan ya beberapa temanku juga akrab sama beliau, bahkan teman-teman adikku itu akrab sama dia karena ya beliau seasik itu jadi seorang Bapak,” jelas Wisnu sembari menahan air mata.

Kesan tersebut semakin kuat setelah Bambang meninggal dunia. Wisnu justru mendengar banyak cerita dari orang-orang yang mengenal ayahnya, termasuk dari mereka yang sebelumnya tidak pernah ia kenal.

“Dan setelah beliau enggak ada, aku dapat banyak cerita dari teman-teman beliau atau orang yang enggak aku kenal sekalipun, kalau ya yang aku sadari ya banyak-banyak cerita yang bikin ‘Oh ternyata beliau sebaik itu gitu’,” kata dia.

Salah satu hal yang paling dikenang Wisnu adalah kebiasaan Bambang membantu orang lain. Bahkan ketika dirinya sendiri berada dalam kondisi sulit, Bambang disebut tetap mendahulukan kepentingan orang lain.

“Terus dia tuh enggak apa ya, enggak pernah nahan buat ngebantu orang, mau dia mikir ya dianya ada atau enggak tapi buat ngebantu orang selalu diutamakan,” tuturnya.

Di balik sifatnya yang ringan tangan, Bambang ternyata pernah melewati masa sulit yang tidak banyak diketahui keluarganya.

Wisnu mendapat cerita bahwa selama sekitar tiga bulan berjualan cermin, Bambang tidak mendapatkan pembeli. Kondisi tersebut membuat Bambang harus menahan lapar dan bertahan dengan makanan seadanya.

“Bahkan ada cerita yang bikin aku sedih, tiga bulan dia jualan itu enggak dapat (pembeli), enggak laku sama sekali, dia sampai harus nahan lapar, masak ubi kecil-kecil,” kata dia, air matanya pun spontan menetes.

Yang lebih membuat Wisnu terpukul, Bambang disebut tidak pernah menceritakan kesulitan tersebut kepada anak-anaknya.

Bahkan, dalam kondisi lapar, Bambang disebut sampai membeli minuman yang selama ini hanya menjadi bahan candaan.

“Sampai aku dapat cerita barusan, dia harus beli Okky Jelly Drink (untuk menahan lapar) yang biasa buat bercandaan kita-kita orang kayak ‘Lu kalau lapar ya lu minum Okky Jelly Drink saja’,” ungkap dia.

Bambang, kata Wisnu, memilih menyimpan kesulitannya sendiri. Ia menduga sang ayah tidak ingin membebani anak-anaknya.

“Dia sampai segitu-gitunya dan dia enggak pernah cerita kayak gitu sama anaknya, cuma mungkin dia mikirnya, Bapakku tuh enggak mau menyusahkan anaknya. Eh pas sudah dapat cerita itu kayak segitunya loh gitu,” tutup Wisnu dengan linangan air mata.

Di kesempatan lain, salah satu teman akrab Bambang, yakni Doli (55) bercerita bagaimana perjuangan Bambang bertahan hidup kendati tak ada satu pun pembeli.

Ada percakapan yang masih membekas di pikiran Doli bersama Bambang. Kala itu, Bambang membeli sejumlah ubi ungu berukuran kecil-kecil.

“Tumben banget lu beli ubi kecil-kecil begini, buat apaan?” kata Doli.

“Buat makan siang Doli. Lagi sepi pembeli, jadi hemat makan ubi,” jawab Bambang, yang diperagakan oleh Doli.

Bahkan kata Doli, membeli nasi padang terlalu mahal untuk Bambang dengan kondisi saat itu. Sehingga Bambang meminta Doli untuk beli di nasi di warung tegal (warteg) saja karena harganya jauh lebih terjangkau.

Sebagai informasi, Bambang kemudian diketahui menjadi salah satu korban dalam kerusuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan pada malam setelah demonstrasi pada 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR/MPR RI.

Polisi masih menyelidiki kematian Bambang yang diduga menjadi korban pengeroyokan. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih mengumpulkan fakta-fakta hukum dari lokasi kejadian.

“Kami sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan fakta-fakta hukum yang ada di lapangan yang kami peroleh,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin.

Polisi sebelumnya menerima laporan mengenai adanya korban pengeroyokan di kawasan tersebut. Namun, proses evakuasi tidak dapat langsung dilakukan lantaran kondisi di lapangan masih belum kondusif.

“Sehingga pada saat lokasi itu sudah diamankan, Bidokes Polda Metro Jaya mengevakuasi seseorang laki-laki yang dalam kondisi pingsan,” kata Budi.

Bambang kemudian dibawa ke Rumah Sakit Mintohardjo. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia. Jenazah Bambang selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses identifikasi. (agr/aag) 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

15 Hari Pascagempa NTT, Polda NTT Terus Kirim Bantuan ke Daerah Terisolir

15 Hari Pascagempa NTT, Polda NTT Terus Kirim Bantuan ke Daerah Terisolir

15 hari pacagempa M 7,7 di NTT. Polda NTT terus kirim bantuan ke daerah-daerah terisolir. Kali ini, Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, perintahkan Kapolres Ende
Viral! Rombongan Orang Naik Truk Masuk Tol Saat Demo 27 Agustus, Ternyata Ini Kata Jasa Marga

Viral! Rombongan Orang Naik Truk Masuk Tol Saat Demo 27 Agustus, Ternyata Ini Kata Jasa Marga

Video tiga truk membawa rombongan orang masuk Tol Kedoya saat demo 27 Agustus 2026 viral. Jasa Marga menjelaskan rekayasa lalu lintas dan aturan hukum
Budaya Gotong Royong Perbaikan Ribuan Rumah, Banyuwangi Memperoleh Insentif 300 Unit Bedah Rumah

Budaya Gotong Royong Perbaikan Ribuan Rumah, Banyuwangi Memperoleh Insentif 300 Unit Bedah Rumah

Budaya gotong royong meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), membuat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
Jadwal KOVO Cup 2026 Resmi Dirilis, Duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson Bisa Debut pada 14 Oktober

Jadwal KOVO Cup 2026 Resmi Dirilis, Duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson Bisa Debut pada 14 Oktober

KOVO Cup 2026 telah resmi rilis jadwal, duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson di Hyundai Hillstate berpotensi debut di panggung voli Korea sebulan lagi.
Kemendagri Minta DPRD Perkuat Pengawasan dan Orientasi Anggaran Berdampak

Kemendagri Minta DPRD Perkuat Pengawasan dan Orientasi Anggaran Berdampak

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di seluruh Indonesia untuk terus tingkatkan kapasitas
Info Penting! KONI Buka Donasi untuk Rumah Atlet Angkat Berat Jambi yang Terbakar

Info Penting! KONI Buka Donasi untuk Rumah Atlet Angkat Berat Jambi yang Terbakar

Masyarakat perlu berhati-hati untuk mencegah terjadinya kebakaran. Salah satunya yang terdampak rumah seorang atlet angkat berat Jambi terbakar

Trending

Pujian Berkelas Jordan Wilson untuk Megawati Hangestri : Dia Pekerja Keras

Pujian Berkelas Jordan Wilson untuk Megawati Hangestri : Dia Pekerja Keras

Baru sebulan kenal, Outside Hitter Amerika Serikat Jordan Wilson sudah memberikan pujian berkelas untuk rekan barunya di Hillstate yakni Megawati Hangestri.
Nikita Mirzani Menang Banding Lawan Reza Gladys, Ini 7 Fakta yang Terungkap!

Nikita Mirzani Menang Banding Lawan Reza Gladys, Ini 7 Fakta yang Terungkap!

Setelah sebelumnya kalah di tingkat pertama, Nikita Mirzani kini mendapatkan hasil berbeda dalam proses banding perkara Perbuatan Melawan Hukum (PMH).
Jadwal Final AVC Women's Continental 2026: Ada Timnas Voli Putri China Vs Thailand Berebut Gelar Juara

Jadwal Final AVC Women's Continental 2026: Ada Timnas Voli Putri China Vs Thailand Berebut Gelar Juara

Jadwal final AVC Women's Continental 2026, di mana ada sejumlah laga seru. Salah satunya Timnas Voli Putri China akan berhadapan dengan Thailand di perebutan gelar juara.
Ditanya Siapa Sahabatnya di Hillstate, Jordan Wilson Tegas Ucap Megawati Hangestri

Ditanya Siapa Sahabatnya di Hillstate, Jordan Wilson Tegas Ucap Megawati Hangestri

Outside Hitter Amerika Serikat Jordan Wilson terang-terangan menyebut Megawati Hangestri ketika ditanya siapa pemain yang paling akrab dengannya di Hillstate.
Dibantai 0-4 oleh Persija Jakarta, Kapten Brisbane Roar Bicara Jujur soal Kualitas Tim Asuhan Shin Tae-yong

Dibantai 0-4 oleh Persija Jakarta, Kapten Brisbane Roar Bicara Jujur soal Kualitas Tim Asuhan Shin Tae-yong

Kapten Brisbane Roar, Thomas Aldred, berbicara tentang kualitas Persija Jakarta. Ketajaman Macan Kemayoran telah menjadi sorotan sang kapten.
Ingin Kawinkan Juara Piala AFF 2026 dan FIFA ASEAN Cup, Kim Sang-sik Resmi Lepas Skuad Vietnam di Asian Games

Ingin Kawinkan Juara Piala AFF 2026 dan FIFA ASEAN Cup, Kim Sang-sik Resmi Lepas Skuad Vietnam di Asian Games

Juru taktik asal Korea Selatan itu memilih fokus menangani timnas senior yang akan tampil di FIFA ASEAN Cup 2026. Kim Sang-sik ingin mengawinkan gelar juara Piala AFF 2026 dan FIFA ASEAN Cup 2026. 
Kabar Duka, Pembalap Malaysia Farres Putra Meninggal Dunia Usai Kecelakaan di Malaysian Cub Prix 2026

Kabar Duka, Pembalap Malaysia Farres Putra Meninggal Dunia Usai Kecelakaan di Malaysian Cub Prix 2026

Dunia motorsport Malaysia tengah berduka setelah pembalap muda Farres Putra Mohd Fadhill meninggal dunia akibat kecelakaan dalam ajang Malaysian Cub Prix 2026.
Selengkapnya

Viral