Warga Bersaksi Bambang Korban Tewas di Pejompongan Tidak Mungkin Ikut Demo
- tvOnenews - Abdul Gani Siregar
Dalam percakapan tersebut, Bambang justru bercerita mengenai rencananya mengubah usaha karena toko kaca miliknya sedang sepi.
“Nah dia jawab ‘ah gue pindah haluan aja dah, kaca kurang laku’ gitu dah momen terakhir itu ketemu ama kita-kita orang ya bahasanya seperti itu,” ucapnya.
Joni kemudian mendengar Bambang berencana membuka usaha minuman Teh Solo. Rencana tersebut disebut sebagai upaya Bambang mencari alternatif penghasilan setelah usaha kaca yang dijalaninya tidak lagi ramai.
“Dan ternyata katanya sih denger-denger dia mau buka teh solo, buat dagang nih. Orang dia ngomong ama anak-anak ‘ah gue mau pindah haluan aja dah, ganti dagang, kaca nggak laku-laku’ gitu,” tandas dia.
Bambang diketahui menjadi salah satu korban dalam kerusuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan pada malam setelah demonstrasi pada 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR/MPR RI.
Polisi masih menyelidiki kematian Bambang yang diduga menjadi korban pengeroyokan. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih mengumpulkan fakta-fakta hukum dari lokasi kejadian.
“Kami sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan fakta-fakta hukum yang ada di lapangan yang kami peroleh,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin.
Polisi sebelumnya menerima laporan mengenai adanya korban pengeroyokan di kawasan tersebut. Namun, proses evakuasi tidak dapat langsung dilakukan lantaran kondisi di lapangan masih belum kondusif.
“Sehingga pada saat lokasi itu sudah diamankan, Bidokes Polda Metro Jaya mengevakuasi seseorang laki-laki yang dalam kondisi pingsan,” katanya.
Bambang kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Mintohardjo. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia. Jenazah Bambang selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses identifikasi. (agr/rpi)
Load more