News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Warga Bersaksi Bambang Korban Tewas di Pejompongan Tidak Mungkin Ikut Demo

Menurut tetangga, Bambang justru sebagai warga yang dekat dengan lingkungan sekitar. Ia juga rutin bersilaturahmi dan aktif menghadiri berbagai kegiatan warga.
Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:30 WIB
Bambang Setiawan, korban jiwa di kerusuhan 27 Agustus.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com – Bambang Setiawan (60), warga yang menjadi korban tewas dalam kerusuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, disebut tidak mungkin ikut dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8/2026) malam.

Kesaksian itu disampaikan Joni (35), warga sekaligus pemilik kontrakan tempat Bambang menjalankan usaha toko cermin. Joni mengaku mengenal keseharian Bambang dan menilai pria berusia 60 tahun tersebut bukan sosok yang biasa mengikuti aksi demonstrasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Maksudnya kalau buat saya sih tau, kalau buat ikut-ikutan (aksi demo) sih kayaknya nggak. Namanya udah usia begitu kan, kelahiran ’66, kan gak mungkin ikut-ikutan, gitu,” kata Joni, kepada tvOnenews.com, Minggu (30/8/2026).

Menurut Joni, Bambang justru dikenal sebagai warga yang dekat dengan lingkungan sekitar. Ia rutin bersilaturahmi dan aktif menghadiri berbagai kegiatan warga.

“Ya, almarhum sih baik ama tetangga, ya. Silaturahmi sih dijalani gitu. Baik kok orangnya. Maksudnya enggak macam-macam, maksudnya nggak aneh-aneh dah,” kenang dia.

Joni mengatakan Bambang merupakan sosok yang mudah berbaur dengan warga. Kehadirannya juga disebut kerap terlihat ketika ada tetangga yang mengalami musibah ataupun membutuhkan bantuan.

“Iya, silaturahminya kuat. Kalau ada apa-apa tuh dia selalu ada, hadir. Mau ada tetangga meninggal atau tetangga ada kesusahan apa pun dia selalu ada,” ungkap Joni.

Tak hanya dalam situasi duka atau ketika warga membutuhkan bantuan, Bambang juga disebut aktif dalam kegiatan lingkungan. Ia turut hadir dalam rapat warga maupun kegiatan memperingati HUT Kemerdekaan RI.

“Rapat kayak 17-an, lomba, dia selalu aktif dah maksudnya di dalam lingkungan sekitar, gitu,” ungkap dia.

Joni juga mengingat pertemuan terakhirnya dengan Bambang pada Kamis (27/8/2026), sebelum kerusuhan terjadi pada malam harinya.

Saat itu, Bambang bersama istrinya sempat berbelanja sejumlah perlengkapan seperti kompor dan selang kompor. Warga yang melihat banyaknya barang belanjaan sempat menggoda Bambang.

“Hari pas hari Kamis (27 Agustus 2026). Nah dia sempat ama istrinya tuh belanja kayak kompor, selang kompor terus yang buat ini. Nah, ketemu ama anak-anak (warga yang lain) kan tuh. ‘Wuih borong nih!’ digituin ama anak-anak,” cerita Joni.

Dalam percakapan tersebut, Bambang justru bercerita mengenai rencananya mengubah usaha karena toko kaca miliknya sedang sepi.

“Nah dia jawab ‘ah gue pindah haluan aja dah, kaca kurang laku’ gitu dah momen terakhir itu ketemu ama kita-kita orang ya bahasanya seperti itu,” ucapnya.

Joni kemudian mendengar Bambang berencana membuka usaha minuman Teh Solo. Rencana tersebut disebut sebagai upaya Bambang mencari alternatif penghasilan setelah usaha kaca yang dijalaninya tidak lagi ramai.

“Dan ternyata katanya sih denger-denger dia mau buka teh solo, buat dagang nih. Orang dia ngomong ama anak-anak ‘ah gue mau pindah haluan aja dah, ganti dagang, kaca nggak laku-laku’ gitu,” tandas dia.

Bambang diketahui menjadi salah satu korban dalam kerusuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan pada malam setelah demonstrasi pada 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR/MPR RI.

Polisi masih menyelidiki kematian Bambang yang diduga menjadi korban pengeroyokan. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih mengumpulkan fakta-fakta hukum dari lokasi kejadian.

“Kami sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan fakta-fakta hukum yang ada di lapangan yang kami peroleh,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin.

Polisi sebelumnya menerima laporan mengenai adanya korban pengeroyokan di kawasan tersebut. Namun, proses evakuasi tidak dapat langsung dilakukan lantaran kondisi di lapangan masih belum kondusif.

“Sehingga pada saat lokasi itu sudah diamankan, Bidokes Polda Metro Jaya mengevakuasi seseorang laki-laki yang dalam kondisi pingsan,” katanya.

Bambang kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Mintohardjo. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia. Jenazah Bambang selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses identifikasi. (agr/rpi)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan 60 Hektare, Dedi Mulyadi Sebut Luas Area Terdampak Karhutla Gunung Ciremai 30 Hektare dan Targetkan Padam dalam Dua Hari

Bukan 60 Hektare, Dedi Mulyadi Sebut Luas Area Terdampak Karhutla Gunung Ciremai 30 Hektare dan Targetkan Padam dalam Dua Hari

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut luas area terdampak karhutla di Gunung Ciremai tercatat seluas 30 hektare. KDM menargetkan pemadaman total karhutla di Gunung Ciremai rampung dalam rentang waktu dua hari dengan mengerahkan helikopter water bombing dan 500 personel pembersih kanal alami.
Memanaskan Mesin Mobil Sebelum Berangkat Bisa Bikin Irit BBM? Ini 5 Fakta yang Perlu Diketahui

Memanaskan Mesin Mobil Sebelum Berangkat Bisa Bikin Irit BBM? Ini 5 Fakta yang Perlu Diketahui

Memanaskan mesin mobil sebelum berangkat masih menjadi kebiasaan banyak pengendara, terutama saat kendaraan baru pertama kali digunakan pada pagi hari.
Soal Adanya Dugaan Kesengajaan Karhutla Gunung Ciremai, Ini Kata Bupati Kuningan

Soal Adanya Dugaan Kesengajaan Karhutla Gunung Ciremai, Ini Kata Bupati Kuningan

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar buka suara soal adanya dugaan kesengajaan karhutla yang terjadi di Gunung Ciremai, Jawa Barat. Dian menyebut penyebab karhutla masih diselidiki. Sejalan dengan itu, pemerintah daerah memprioritaskan pemadaman agar api tidak meluas.
Harga Emas Antam Hari Ini 24 Oktober 2026 Stagnan di Angka Rp2.540.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini 24 Oktober 2026 Stagnan di Angka Rp2.540.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini 24 Oktober 2026 terpantau stagnan di angka Rp2.540.000 per gram. Begitu juga dengan buyback atau harga beli kembali yang stagnan di angka Rp2.335.00 per gram.
Yoshimi Ogawa Jelaskan Prosedur Wasit saat Suporter Ricuh di Stadion, Ternyata Tak Bisa Asal Hentikan Pertandingan ‎

Yoshimi Ogawa Jelaskan Prosedur Wasit saat Suporter Ricuh di Stadion, Ternyata Tak Bisa Asal Hentikan Pertandingan ‎

Yoshimi Ogawa menjelaskan bahwa penghentian pertandingan akibat gangguan keamanan memiliki mekanisme yang perlu dipahami oleh seluruh perangkat pertandingan.
Dua Orang Terluka, Polisi Periksa Saksi dan Amankan Satu Barang Bukti dalam Kasus Bacok di Cakung

Dua Orang Terluka, Polisi Periksa Saksi dan Amankan Satu Barang Bukti dalam Kasus Bacok di Cakung

Media sosial tengah dihebohkan dengan kabar, adanya kasus pembacokan di Cakung. Korbannya merupakan mantan anggota kopassus.

Trending

Sikat Kejahatan Karhutla, Kapolri Jerat 243 Tersangka dan 13 Korporasi Pembakar Hutan

Sikat Kejahatan Karhutla, Kapolri Jerat 243 Tersangka dan 13 Korporasi Pembakar Hutan

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, menyampaikan laporan tegas terkait penegakan hukum kasus kebakaran hutan -
Tutup Kran Pundi Medali Atletik Asian Para Games 2026 dengan Emas, Partin Muslihin Cetak Rekor  

Tutup Kran Pundi Medali Atletik Asian Para Games 2026 dengan Emas, Partin Muslihin Cetak Rekor  

Tim para atletik Indonesia mendapatkan torehan impresif berupa 22 medali dari tiga emas, delapan perak, dan 11 perunggu. Hasil ini bahkan membawa Tim Indonesia ke peringkat ke delapan klasemen Asian Para Games 2026 per Jumat (23/10/2026). 
Van Dijk OTW Garuda Calling? Bek Kasta Teratas Eropa Ini Akui Ingin Bela Timnas Indonesia: Semoga Bisa Terwujud

Van Dijk OTW Garuda Calling? Bek Kasta Teratas Eropa Ini Akui Ingin Bela Timnas Indonesia: Semoga Bisa Terwujud

Timnas Indonesia kembali berpeluang menambah pemain keturunan yang berkarier di Eropa. Kali ini, seorang bek yang tampil di kasta tertinggi ingin bela Garuda.
Tembus Semifinal French Open 2026, Ubed Tantang Wakil Prancis 

Tembus Semifinal French Open 2026, Ubed Tantang Wakil Prancis 

Ubed tampil meyakinkan dengan menyingkirkan wakil Taiwan Chi Yu Jen dalam dua gim langsung 21-15, 21-13 di Grand Paris Arena, Paris, Jumat (24/10/2026).
Sosok Koki Narkoba 1,2 Ton di Aceh Ternyata Ahli Kimia

Sosok Koki Narkoba 1,2 Ton di Aceh Ternyata Ahli Kimia

Polri berhasil membongkar pengoperasian laboratorium rahasia pembuat narkoba sabu-sabu berskala raksasa di kawasan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh. Dimana
Kebakaran Lahan dan Hutan Landa Kawasan Seluas 31,68 Hektare di Kolaka, Upaya Pemadaman Masih Dilakukan

Kebakaran Lahan dan Hutan Landa Kawasan Seluas 31,68 Hektare di Kolaka, Upaya Pemadaman Masih Dilakukan

Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) melanda wilayah seluas 31,68 hectare yang berada dalam Kawasan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Vale Indonesia di Puulemo dan Baula
Viral! Nathalie Holscher Kena Omel Sule dan Aripat setelah Prank Adzam Lewat Jasa Konten Kreator Polisi Anak

Viral! Nathalie Holscher Kena Omel Sule dan Aripat setelah Prank Adzam Lewat Jasa Konten Kreator Polisi Anak

Artis Nathalie Holscher dimarahi oleh mantan suaminya, Sule dan suaminya, Aripat akibat viral menakuti anaknya, Adzam dengan jasa unik TikToker polisi anak 84.
Selengkapnya

Viral