News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Bongkar Aliran Uang Rp1,28 Miliar Milik Vilmei, TikTok Ikut Dipanggil untuk Hitung Kerugian

Polisi dalami kasus dugaan penggelapan Rp1,28 miliar milik Vilmei dengan memanggil TikTok untuk menghitung kerugian dan memeriksa aliran transaksi.
Selasa, 1 September 2026 - 18:07 WIB
Selebgram, Vilmei.
Sumber :
  • Instagram Vilmei

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi masih mendalami kasus dugaan penggelapan uang senilai Rp1,28 miliar milik content creator Vilmei yang melibatkan tiga tersangka berinisial Z, A, dan L.

Penyidik Polres Metro Bekasi Kota kini berupaya memastikan jumlah kerugian yang dialami Vilmei dalam perkara tersebut. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah meminta keterangan dari pihak TikTok untuk menghitung nilai kerugian secara lebih rinci.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya mengatakan, nilai kerugian yang ada saat ini masih berdasarkan perhitungan dari pihak korban.

"Kalau berbicara masalah kerugian, kita masih mau coba untuk memanggil dari TikTok-nya. Karena kan kerugian itu dari 2025 hingga sekarang dan itu perhitungan kan baru perhitungan dari korban itu sendiri kan," kata Verdika kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).

Polisi Panggil TikTok untuk Hitung Kerugian

Verdika menjelaskan pemanggilan pihak TikTok diperlukan karena transaksi yang berkaitan dengan perkara tersebut menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (USD).

Nilai tukar dolar terhadap rupiah yang dapat mengalami perubahan membuat polisi perlu mendapatkan keterangan langsung dari pihak platform untuk memastikan perhitungan kerugian.

"TikTok itu kalau nggak salah pakai USD. Jadi kalau dikurskan pun juga naik-turun. Nah, ini kita masih panggil pihak TikTok, jadi nanti TikTok yang mengkalkulasikan, memberikan keterangan bahwa dari akunnya korban itu dibelikan koin sebanyak sekian itu ke mana," sambungnya.

Penyidik nantinya akan meminta pihak TikTok memberikan keterangan mengenai transaksi yang berasal dari akun milik korban. Informasi tersebut akan digunakan untuk mengetahui jumlah koin yang dibeli serta aliran transaksi dari akun tersebut.

Keterangan dari TikTok juga diharapkan dapat membantu polisi mencocokkan perhitungan kerugian yang sebelumnya disampaikan oleh korban dengan data transaksi yang tercatat pada platform.

Vilmei Akan Dipanggil Kembali

Selain meminta keterangan dari pihak TikTok, polisi juga memastikan akan kembali memanggil Vilmei untuk kepentingan penyidikan.

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk melengkapi berkas perkara yang saat ini masih didalami penyidik. Namun, Verdika belum memastikan kapan pemanggilan terhadap Vilmei akan dilakukan.

"Pasti dong (kita panggil Vilmei), nanti kita akan panggil ulang. Tapi untuk kapannya kan belum tahu, kita lihat perkembangan kira-kira apa yang kurang ya nanti kita pasti panggil lagi karena untuk melengkapi berkas perkara," tutur Verdika.

Penyidik masih melihat perkembangan pemeriksaan dan kelengkapan informasi yang dibutuhkan dalam perkara tersebut sebelum menentukan waktu pemanggilan Vilmei berikutnya.

Tiga Tersangka Sudah Ditahan

Kasus dugaan penggelapan uang milik Vilmei sebelumnya diungkap polisi dengan menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Ketiganya masing-masing berinisial Z, A, dan L.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana mengatakan Z merupakan perempuan yang bekerja sebagai karyawan Vilmei. Sementara A merupakan kekasih Z.

Adapun tersangka ketiga berinisial L merupakan seorang perempuan yang disebut memiliki peran membantu menampung uang hasil dugaan penggelapan tersebut.

Ketiga tersangka kini telah ditahan oleh pihak kepolisian. Mereka terancam hukuman penjara hingga lima tahun atas perkara tersebut.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus yang menjerat ketiganya, termasuk mencari tahu motif di balik dugaan penggelapan uang milik Vilmei.

Polisi Dalami Motif dan Keterangan Tersangka

Penyidik juga masih merangkai keterangan dari para tersangka dan saksi dengan bukti-bukti yang telah diperoleh dalam proses penyidikan.

"Masih didalami dan dirangkai persesuaian keterangan antara saksi dan antartersangka dengan bukti-bukti yang ada," ujar Putu Kholis, Minggu (30/8/2026).

Pendalaman tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai perkara dugaan penggelapan uang tersebut, termasuk keterkaitan antara ketiga tersangka dan aliran uang yang menjadi objek perkara.

Dengan demikian, penyidik belum berhenti pada penetapan dan penahanan tiga tersangka. Polisi masih mengumpulkan keterangan tambahan, termasuk dari pihak TikTok dan Vilmei, untuk melengkapi berkas perkara sekaligus memastikan nilai kerugian yang dialami korban.

Nilai kerugian yang saat ini disebut mencapai Rp1,28 miliar masih akan didalami lebih lanjut melalui keterangan dan data transaksi dari pihak terkait. (ars/nsp)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ganjil Genap Pembelian BBM di Sleman Belum Diperlukan, Stok Diklaim 7 Kali Lipat Normal

Ganjil Genap Pembelian BBM di Sleman Belum Diperlukan, Stok Diklaim 7 Kali Lipat Normal

Penerapan sistem ganjil genap untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta dinilai belum diperlukan. Pasalnya, pasokan BBM di wilayah tersebut diklaim mencapai tujuh kali lipat dibandingkan kondisi normal.
Kepala SMK Swasta di Bantul Diduga Korupsi Dana Sekolah Rp125 Juta, Sejumlah Kegiatan Disinyalir Fiktif

Kepala SMK Swasta di Bantul Diduga Korupsi Dana Sekolah Rp125 Juta, Sejumlah Kegiatan Disinyalir Fiktif

Seorang kepala sekolah (kepsek) SMK swasta di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta diduga terlibat dalam kasus korupsi dana sekolah senilai Rp125 juta.
Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kakorlantas Polri Gelar Doa Bersama Anak Yatim

Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat, Kakorlantas Polri Gelar Doa Bersama Anak Yatim

Korlantas Polri menggelar kegiatan doa bersama dan santunan anak yatim-piatu dalam merealisasikan visi 'Polisi Bersama Masyarakat'.
PMU Indonesia Festival 2026 di PIK Diikuti 700 Peserta dari Berbagai Negara

PMU Indonesia Festival 2026 di PIK Diikuti 700 Peserta dari Berbagai Negara

Festival sulam kecantikan di PIK diikuti sekitar 700 peserta dari berbagai negara. Pemerintah menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi praktisi PMU.
Terbukti Korupsi Berkedok CSR, Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi Divonis 5 Tahun Penjara

Terbukti Korupsi Berkedok CSR, Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi Divonis 5 Tahun Penjara

Wali Kota Madiun Nonaktif, Maidi divonis hukuman atas keterlibatannya dalam kasus tindak pidana korupsi. 
Dari Kebugaran hingga UMKM, Ini Manfaat Program Senam Bersama yang Disiapkan Kota Bekasi

Dari Kebugaran hingga UMKM, Ini Manfaat Program Senam Bersama yang Disiapkan Kota Bekasi

Aktivitas sederhana seperti senam bersama bisa menjadi langkah awal untuk mendorong masyarakat lebih aktif bergerak, menjaga kebugaran, sekaligus mempererat

Trending

Rektor Universitas Langlangbuana Irjen Pol (Purn) A. Kamil Razak Meninggal, Polresta Bandung Sampaikan Belasungkawa

Rektor Universitas Langlangbuana Irjen Pol (Purn) A. Kamil Razak Meninggal, Polresta Bandung Sampaikan Belasungkawa

Rektor Universitas Langlangbuana Irjen Pol (Purn) A. Kamil Razak meninggal dunia, Polresta Bandung sampaikan belasungkawa.
Mahasiswa Jombang Desak Pemerintah Evaluasi PSN dan Percepat Penanganan Karhutla

Mahasiswa Jombang Desak Pemerintah Evaluasi PSN dan Percepat Penanganan Karhutla

GMNI dan BEM Sospol Undar Jombang mendesak pemerintah mengevaluasi PSN dan mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.
Rekam Jejak Irjen Pol. (Purn) A. Kamil Razak yang Tutup Usia, Pernah Jabat Kapolres hingga Rektor Universitas Langlangbuana

Rekam Jejak Irjen Pol. (Purn) A. Kamil Razak yang Tutup Usia, Pernah Jabat Kapolres hingga Rektor Universitas Langlangbuana

Rekam jejak Irjen Pol. (Purn) A. Kamil Razak yang meninggal dunia pada 22 Oktober 2026. Simak perjalanan kariernya dari Bareskrim Polri, lembaga negara, hingga menjadi Rektor Universitas Langlangbuana.
Heboh! Orang Tua Pukuli Dua Anak Balitanya di dalam Lift, Diduga Gegara Rebutan Stroller

Heboh! Orang Tua Pukuli Dua Anak Balitanya di dalam Lift, Diduga Gegara Rebutan Stroller

Media sosial Threads dihebohkan dengan video kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap anak balitanya di dalam lift diduga dipicu rebutan naik ke stroller.
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Momentum Memperkuat Demokrasi Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Momentum Memperkuat Demokrasi Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

Dua tahun masa pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dinilai sebagai momentum krusial untuk memperkuat demokrasi ekonomi demi kesejahteraan masyarakat. 
Momen Prabowo Tiru Kedipan Mata Seskab Teddy: Gue Nih Presiden, Ted!

Momen Prabowo Tiru Kedipan Mata Seskab Teddy: Gue Nih Presiden, Ted!

Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan kelakar saat menyadari dirinya mendapat "kode" atau isyarat dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya untuk -
Kabar Duka, Rektor Universitas Langlangbuana Bandung Irjen Pol (Purn) A. Kamil Razak Meninggal Dunia

Kabar Duka, Rektor Universitas Langlangbuana Bandung Irjen Pol (Purn) A. Kamil Razak Meninggal Dunia

Kabar duka, Rektor Universitas Langlangbuana Bandung Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. H. A. Kamil Razak, S.H., M.H. meninggal dunia.
Selengkapnya

Viral