Kemenhub Siapkan Rp8,19 Triliun untuk Kereta Api 2027, Ini Proyek dan Layanannya
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan anggaran sebesar Rp8,19 triliun untuk Direktorat Jenderal Perkeretaapian pada 2027. Anggaran tersebut akan digunakan untuk menopang berbagai kebutuhan, mulai dari operasional dan pelayanan hingga pembangunan serta peningkatan infrastruktur perkeretaapian.
Alokasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam struktur anggaran Kemenhub untuk tahun depan. Pemerintah tidak hanya mengarahkan pendanaan untuk pembangunan dan peningkatan jaringan kereta api, tetapi juga memastikan prasarana yang telah digunakan masyarakat tetap dapat dioperasikan dan ditangani dengan baik.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan besaran anggaran tersebut dalam penjelasannya pada Selasa (1/9/2026).
"Ditjen Perkeretaapian sebesar Rp8,19 triliun," kata Dudy.
Operasional Prasarana Kereta Api Jadi Prioritas
Salah satu fokus utama penggunaan anggaran 2027 adalah pengoperasian prasarana perkeretaapian milik negara. Pemerintah juga memasukkan penyelesaian pekerjaan yang sebelumnya masih tertunda ke dalam agenda pendanaan tahun depan.
Kebutuhan tersebut berkaitan dengan keberlangsungan pengoperasian prasarana kereta api yang telah tersedia dan digunakan dalam mendukung perjalanan masyarakat.
Dudy mengatakan, prioritas Ditjen Perkeretaapian juga mencakup penyelesaian backlog Infrastructure Maintenance and Operation (IMO) serta penanganan perlintasan sebidang.
"Untuk Ditjen Kereta Api, prioritasnya untuk mencakup mengenai pengoperasian prasarana milik negara melalui kontrak IMO, penyelesaian backlog IMO, dan penanganan perlintasan sebidang," ujar Dudy.
Dengan demikian, anggaran perkeretaapian pada 2027 tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan infrastruktur baru. Pemerintah juga menempatkan pemeliharaan, pengoperasian, serta penyelesaian pekerjaan yang tertunda sebagai bagian dari prioritas.
Pelayanan Penumpang hingga Angkutan Lebaran
Selain prasarana, pelayanan kepada pengguna kereta api turut masuk dalam rencana kerja Ditjen Perkeretaapian pada 2027.
Pemerintah memperhitungkan kebutuhan perjalanan masyarakat pada periode tertentu dalam penyusunan layanan perkeretaapian. Sejumlah bentuk pelayanan yang menjadi perhatian antara lain angkutan perintis dan angkutan Lebaran.
Dudy menyebut peningkatan sistem pemantauan perjalanan kereta api juga menjadi bagian dari prioritas pelayanan pada tahun depan.
"Pelayanan perkeretaapian di antaranya untuk angkutan perintis, angkutan Lebaran, dan peningkatan sistem pemantauan perjalanan kereta api," kata Dudy.
Rencana tersebut menunjukkan bahwa penggunaan anggaran tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Dukungan terhadap operasional dan pelayanan perjalanan kereta api juga menjadi bagian dari alokasi Rp8,19 triliun yang disiapkan pemerintah.
Sejumlah Proyek Infrastruktur Disiapkan
Pemerintah juga mengarahkan anggaran perkeretaapian 2027 untuk meningkatkan kapasitas jaringan kereta api. Peningkatan tersebut ditujukan untuk memperkuat kemampuan jaringan dalam melayani pertumbuhan perjalanan penumpang.
Pengembangan jaringan akan mencakup sejumlah wilayah, termasuk Jawa dan kawasan Jabodetabek. Infrastruktur yang lebih memadai diharapkan dapat mendukung kapasitas perjalanan sekaligus memperbaiki konektivitas antarkawasan.
Dudy menyebut terdapat sejumlah kegiatan prioritas dalam pengembangan infrastruktur konektivitas perkeretaapian.
"Infrastruktur konektivitas kegiatan prioritas yakni peningkatan prasarana, Surabaya Regional Railway Line fase 1, dan Jabodetabek Railway Capacity Enhancement," sebut Dudy.
Dengan adanya peningkatan prasarana dan kapasitas jaringan, proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam memperkuat infrastruktur perkeretaapian pada 2027.
Anggaran Rp8,19 Triliun untuk Beragam Kebutuhan
Secara keseluruhan, anggaran Rp8,19 triliun untuk Ditjen Perkeretaapian pada 2027 mencakup kebutuhan yang cukup beragam. Mulai dari pengoperasian prasarana milik negara melalui kontrak IMO, penyelesaian backlog IMO, hingga penanganan perlintasan sebidang.
Di sisi pelayanan, anggaran tersebut juga menopang angkutan perintis, angkutan Lebaran, serta peningkatan sistem pemantauan perjalanan kereta api.
Sementara untuk infrastruktur konektivitas, pemerintah menyiapkan peningkatan prasarana, Surabaya Regional Railway Line fase 1, dan Jabodetabek Railway Capacity Enhancement sebagai kegiatan prioritas yang disebutkan Kemenhub.
Dengan cakupan tersebut, alokasi untuk Ditjen Perkeretaapian pada 2027 diarahkan untuk menjaga prasarana yang telah beroperasi sekaligus meningkatkan kapasitas jaringan kereta api di sejumlah wilayah prioritas.
Load more