Pengurus Pastikan Koperasi Merah Putih Siap Beroperasi, Tekan Harga Sembako di Mampang Prapatan
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah ancaman fluktuasi harga kebutuhan pokok dan maraknya jeratan pinjaman online (pinjol) di kawasan perkotaan, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan membuktikan peran strategisnya.
Berdiri dari hasil musyawarah lintas elemen warga lokal, KKMP Bangka hadir sebagai benteng ekonomi akar rumput yang fokus memotong rantai distribusi pangan serta menghadirkan sembako murah bagi masyarakat.
Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa kelompok masyarakat desil menengah ke bawah mengalokasikan 50,8 persen hingga 53,5 persen dari total pendapatannya hanya untuk konsumsi pangan.
Beban tersebut kian berat lantaran studi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menemukan panjangnya rantai distribusi tradisional yang harus melewati 4 hingga 6 tingkatan perantara, sehingga memicu kenaikan margin harga (gross margin) sebesar 20 hingga 35 persen sebelum tiba di tangan konsumen.
Di sisi lain, publikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan tingginya kerentanan masyarakat perkotaan terjerat pembiayaan darurat tidak resmi akibat terdesak kebutuhan konsumsi harian.
Kehadiran KKMP Bangka menyasar langsung akar persoalan dengan mengalihkan fokus koperasi dari sekadar tempat simpan-pinjam menjadi pusat distribusi pangan terjangkau.
Ketua Pengurus KKMP Bangka, Hafiz, mengungkapkan bahwa koperasi yang dipimpinnya terbentuk dari kolaborasi solid berbagai unsur kemasyarakatan di Kelurahan Bangka, mulai dari Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), PKK, Forum RT/RW, hingga petugas PPSU.
“Koperasi ini lahir dari musyawarah bersama seluruh elemen kelurahan. Kami melakukan pendekatan ke Forum RT/RW dan menyepakati skema keanggotaan yang terintegrasi dengan iuran bulanan warga. Saat ini sudah ada 225 anggota aktif yang secara mandiri memutar modal koperasi melalui simpanan pokok dan wajib,” ujar Hafiz saat ditemui di lokasi operasional KKMP Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026).
Hafiz menegaskan, sejak awal berdiri, KKMP Bangka berkomitmen mengubah persepsi masyarakat tentang koperasi.
Alih-alih berfokus pada simpan-pinjam uang yang rawan penyelewengan, KKMP Bangka memprioritaskan penyediaan pasokan kebutuhan pokok seperti beras SPHP Bulog, Minyakita, gula, dan terigu dari BUMD Food Station maupun distributor resmi.
“Masyarakat awalnya sering bertanya soal pinjaman tunai, apalagi sempat marak modus penipuan di media sosial yang mencatut nama koperasi. Kami tegaskan bahwa fokus utama kami adalah penjualan sembako. Dengan bermitra langsung ke BUMN seperti Bulog dan BUMD, kami memotong rantai pasok. Di saat minyak goreng di pasar luar dijual Rp18.000 hingga Rp19.000, kami menjual sesuai HET resmi pemerintah,” jelasnya.
Meski memanfaatkan fasilitas area kelurahan dan mengelola modal secara mandiri, KKMP Bangka terbukti mampu beroperasional secara berkelanjutan. Hafiz berharap pemerintah terus memberikan dukungan regulasi dan perluasan akses kemitraan ke distributor pasokan pangan dengan kuota pembelian yang fleksibel bagi koperasi skala kelurahan.
“Kami membuktikan bahwa dengan modal kebersamaan warga, koperasi kelurahan bisa berjalan mandiri dan transparan. Harapan kami, pemerintah terus mendukung kelancaran pasokan barang agar keberadaan KKMP di tingkat kelurahan benar-benar menjadi wadah penyaluran bantuan dan pangan murah yang tepat sasaran bagi masyarakat,” pungkasnya.
Load more