Bocah di Kalideres Nekat Lukai Driver Ojol Pakai Pisau Gara-gara Ogah Bayar Ongkos
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang anak di bawah umur terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian setelah melakukan aksi nekat melukai seorang pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.
Insiden berdarah ini dipicu oleh pelaku yang enggan membayar ongkos perjalanan.
Kanit Reskrim Polsek Kalideres, AKP Rachmad Wibowo, mengklarifikasi kabar yang beredar di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni penganiayaan dan bukan merupakan upaya pembegalan.
"Itu penganiayaan (bukan begal)," tegas Rachmad saat memberikan konfirmasi di Jakarta, Rabu (2/9).
Kejadian bermula saat pelaku yang masih anak-anak memesan layanan ojol dari wilayah Kapuk, Cengkareng, menuju Kalideres. Namun, setibanya di titik tujuan, perselisihan terjadi ketika pengemudi menagih biaya perjalanan.
"Begitu sampai lokasi (kawasan Kalideres), ditagih pembayarannya oleh ojol, enggak dikasih (oleh anak di bawah umur). Akhirnya dilukain si korban (ojol) itu. Bukan dibegal," ungkap Rachmad menjelaskan kronologi singkatnya.
Dalam aksinya, pelaku menggunakan senjata tajam jenis pisau untuk menyerang korban.
Akibat serangan mendadak tersebut, pengemudi ojol mengalami luka di bagian pelipis, meski beruntung luka tersebut dikategorikan tidak terlalu parah.
"Melukai pakai pisau kalau enggak salah, terus pelipisnya (korban ojol) kena. Intinya dia naik ojek, enggak mau bayar," tambah Rachmad.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami alasan mengapa anak tersebut membawa senjata tajam dan sampai hati melukai korban.
Petugas juga masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait identitas pelaku.
"Korban masih di bawah umur. Saya belum cek identitasnya," katanya.
Meski sempat diamankan, kasus ini tampaknya tidak akan berlanjut ke meja hijau.
Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, menyatakan bahwa korban memilih untuk tidak memperpanjang masalah tersebut secara hukum.
"Korban enggak mau bikin laporan. Paling kami kembalikan ke orang tuanya," ujar Rihold secara terpisah.
Saat ini, anak tersebut masih berada di kantor polisi untuk pembinaan sementara. Rihold memastikan pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap pelaku mengingat statusnya yang masih di bawah umur dan tidak adanya laporan resmi dari korban.
"Enggak, enggak ditahan, cuma diamankan aja," pungkas Rihold. (ant/dpi)
Load more