Soal Insiden Pecah Ban saat Mengudara, Garuda Indonesia Pastikan Mendarat Aman Sesuai Standar
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengonfirmasi bahwa pesawat dengan nomor penerbangan GA-604 rute Jakarta–Makassar–Kendari berhasil mendarat dengan aman di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Kamis (3/9/), meski sempat mengalami kendala pecah ban pada roda utama.
Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah menjelaskan bahwa pendaratan berlangsung normal di Makassar yang memang merupakan titik transit resmi penerbangan tersebut.
Ia menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.
"Seluruh penumpang dan awak pesawat berada dalam kondisi selamat," ujar Dicky saat memberikan keterangan tertulis, Kamis (3/9).
Pesawat jenis Boeing 737-800NG dengan nomor registrasi PK-GFS itu diketahui lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 05.30 WIB.
Di tengah perjalanan menuju Makassar, awak pesawat mendeteksi adanya indikasi masalah teknis pada bagian roda pendaratan.
Sesuai standar operasional, kru segera melakukan langkah mitigasi dan koordinasi untuk memastikan proses pendaratan tetap aman.
Pesawat akhirnya mendarat di landasan pacu Bandara Sultan Hasanuddin secara terkendali pada pukul 09.27 WITA.
Sebelum terbang, pihak maskapai menyatakan bahwa pesawat telah melalui inspeksi rutin dan dalam status laik terbang.
Namun, untuk memastikan aspek kelaikudaraan pasca-insiden, pemeriksaan teknis secara menyeluruh kini tengah dilakukan terhadap armada tersebut.
Guna meminimalisir keterlambatan bagi penumpang yang akan melanjutkan perjalanan ke Kendari, Garuda Indonesia telah menyiapkan pesawat pengganti.
Penerbangan lanjutan tersebut dijadwalkan terbang dari Makassar pukul 19.45 WITA dan tiba di Bandara Haluoleo pukul 20.55 WITA.
Selain menyediakan armada cadangan, maskapai juga memberikan kompensasi berupa service recovery kepada seluruh penumpang terdampak sesuai dengan aturan yang berlaku.
Pihak manajemen pun menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan ini.
"Keselamatan dan keamanan penerbangan senantiasa menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasional Garuda Indonesia," ujar Dicky. (ant/dpi)
Load more