Soal Peluang Kasus Keracunan MBG Masuk Pidana, Ini Respons Menohok Kepala BGN Sudaryono
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono buka suara terkait peluang kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dibawa ke ranah hukum.
Menurutnya, keputusan memidanakan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG terkait keracunan tergantung hasil penyelidikan aparat penegak hukum.
“Jadi gini pidana atau tidaknya itu tergantung hasil penyelidikan dari pihak aparat penegak hukum,” ujar Sudaryono di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).
Sudaryono menjelaskan saat ini kasus keracunan di beberapa wilayah ada yang sudah naik ke tahap penyidikan.
“Sejauh ini, laporan yang kami terima dari kepolisian, beberapa titik dapur yang kemudian menyebabkan gangguan kesehatan keracunan makanan itu dilakukan penyelidikan dan ada yang sudah naik penyidikan,” ungkap dia.
Meski demikian, BGN menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian terkait penetapn tersangka dalam kasus keracunan MBG.
“Nah apakah ada yang tersangka atau tidak kita serahkan kepada hasil penyidikan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum di lapangan,” jelas Sudaryono..
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris membeberkan data terbaru korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dia mengungkapkan berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 2 September 2026, jumlah korban yang mengalami keracunan MBG yaitu sebanyak 50.059 orang.
Hal ini disampaikan dalam rapat kerja Komisi IX DPR bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).
“Kasus keracunan total yang sudah pernah menjadi korban keracunan sudah tembus 50.000, Pak. Jumlahnya 50.059 orang,” ungkap Charles.
Total tersebut berasal dari 560 kejadian keracunan yang tersebar di 245 kabupaten kota dari 36 provinsi.
“Artinya, hampir semua provinsi di Republik ini pernah mengalami kasus keracunan dalam dua tahun terakhir. Setengah dari kabupaten kota yang ada di Indonesia juga sudah pernah mengalami kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis,” kata dia.
Dia menyinggung soal kasus keracunan yang baru ini terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur. Kemudian, 750 korban keracunan di Lembang, 374 korban keracunan di Agam, Sumatera Barat. Ada juga kasus 49 orang keracunan di Nganjuk, 152 orang di Toraja.
Load more