News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bantah Kematian Sutrimo Berkaitan dengan Kasus Febrie Adriansyah, Pengacara: Tunggu Hasil Ekshumasi Polda Metro

Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, membantah adanya kaitan antara kematian Sutrimo dengan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang tengah dihadapi kliennya.
Jumat, 4 September 2026 - 09:48 WIB
Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Febri Diansyah
Sumber :
  • tvOnenews.com/Aldi Herlanda

Jakarta, tvOnenews.com – Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, membantah adanya kaitan antara kematian Sutrimo dengan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang tengah dihadapi kliennya.

Kuasa hukum Febrie, Febri Diansyah, meminta publik menunggu hasil pemeriksaan resmi Polda Metro Jaya terkait kematian Sutrimo. Menurutnya, penyebab kematian harus ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti medis, bukan dugaan maupun spekulasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau terkait dengan peristiwa kematian almarhum Sutrimo, dukacita yang mendalam itu kami sampaikan dan sudah disampaikan sejak awal, baik dari Pak FA, dari keluarga, ataupun dari kita semua," katanya, dikutip Jumat, 4 September 2026.

Febri mengatakan tim hukum Febrie saat ini fokus mendampingi kliennya dalam perkara dugaan TPPU yang ditangani Kejaksaan Agung. Karena itu, dia menyebut pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan lebih jauh terkait perkara kematian Sutrimo.

Meski demikian, Febri menyatakan pihaknya turut menunggu hasil penyelidikan Polda Metro Jaya, termasuk hasil ekshumasi jenazah Sutrimo.

"Agar persoalan ini bisa terjawab secara objektif, maka yang kita tunggu adalah perkembangan dari Polda Metro. Kan Polda sudah melakukan ekshumasi. Kita tunggu hasil akhirnya seperti apa," kata Febri.

Dia kemudian menyampaikan sejumlah informasi yang menurutnya telah diumumkan secara resmi oleh Polda Metro Jaya. Salah satunya terkait pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) yang disebut tidak menemukan bekas racun.

Selain itu, hasil awal ekshumasi pada bagian luar tubuh Sutrimo juga disebut tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan fisik.

"Pertama, ketika dilakukan pengecekan ke TKP, itu tidak ditemukan ada bekas racun. Itu pihak Polda yang mengatakan. Yang kedua, dari hasil ekshumasi awal di bagian luar tubuh, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik, baik benda tumpul ataupun benda tajam," katanya.

Menurut Febri, pihaknya juga mencatat keterangan dari kedokteran forensik mengenai riwayat kesehatan Sutrimo. Almarhum disebut memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes.

"Yang ketiga, ini pernyataan dari pihak kedokteran forensik yang kami simak, yang kita simak semua, bahwa almarhum memiliki riwayat sakit jantung dan diabetes," tuturnya.

Meski demikian, Febri menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya penentuan penyebab kematian Sutrimo kepada pihak yang berwenang.

Dia juga meminta semua pihak tidak mengambil kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan Polda Metro Jaya diumumkan secara resmi.

"Kita semua menunggu itu. Dan sebagai manusia, dari aspek kemanusiaan, maka lebih baik menurut saya kita tunggu informasi resminya agar tidak berkembang pada lagi-lagi misalnya apakah analisa spekulatif atau hal-hal lain di luar isu yang sebenarnya. Jadi mari kita tunggu hasil dari Polda secara resmi, terutama hasil ekshumasi tersebut," katanya.

Dalam kesempatan itu, Febri juga ditanya mengenai keberadaan staf Kejaksaan Agung bernama Febrio Adriono yang disebut mengantar jenazah Sutrimo ke rumah sakit.

Namun, dia enggan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Febri kembali menegaskan bahwa kewenangan tim hukumnya hanya berkaitan dengan perkara yang sedang dihadapi Febrie di Kejaksaan Agung.

"Saya pikir penjelasan saya tentang itu cukup ya, karena tadi saya sudah sampaikan kami ini kuasa hukum untuk perkara di Kejaksaan Agung, perkara dugaan TPPU," katanya.

Terkait dugaan adanya hubungan antara kematian Sutrimo dengan perkara yang menjerat Febrie, Febri meminta masyarakat menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

Dia mengatakan, berdasarkan informasi yang diketahuinya, sejauh ini belum ada keterangan resmi yang menunjukkan adanya keterkaitan antara kematian Sutrimo dan perkara Febrie.

"Kita tunggu informasi dari Polda. Kalau sejauh ini yang kami lihat tidak ada hubungan sama sekali. Kenapa? Karena begini, proses penyelidikan kan kalau menurut pihak Kortas itu sudah lama," katanya.

Febri menambahkan, apabila Sutrimo merupakan pihak yang dibutuhkan keterangannya dalam perkara Febrie, semestinya proses pemeriksaan terhadapnya telah dilakukan sejak awal penyelidikan.

Namun, dia kembali menyerahkan penjelasan mengenai ada atau tidaknya hubungan tersebut kepada Polda Metro Jaya maupun Kejaksaan Agung.

"Jadi daripada kami yang menjawab lebih baik itu pihak yang berwenang yang menjawab. Apakah pihak Polda maupun pihak Kejaksaan," ucap Febri.

Untuk diketahui, Sosok Sutrimo yang kematiannya kini tengah diselidiki polisi mendapat klarifikasi dari kubu mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Sutrimo disebut bukan Kepala Rumah Tangga (Karumga) Febrie, melainkan orang yang dipekerjakan untuk menjaga bangunan Klinik Mordent.

Pengacara Febrie, Firman Wijaya mengatakan, informasi mengenai posisi Sutrimo selama ini perlu diluruskan. Menurutnya, Sutrimo lebih banyak tinggal dan menjaga bangunan Klinik Mordent yang saat ini sudah kosong.

Foe peace simbolon

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Hylo Open 2026, Rabu 28 Oktober: Ada Jonatan Christie, 3 Wakil Indonesia Unjuk Gigi

Jadwal Hylo Open 2026, Rabu 28 Oktober: Ada Jonatan Christie, 3 Wakil Indonesia Unjuk Gigi

Jadwal Hylo Open 2026 hari ini Rabu (28/10/2026), di mana ada sejumlah wakil Indonesia yang akan unjuk gigi. Salah satunya Jonatan Christie.
Emil Audero Dapat Kabar Baik usai Sempat Dicadangkan Rayo Vallecano di Pentas Copa del Rey

Emil Audero Dapat Kabar Baik usai Sempat Dicadangkan Rayo Vallecano di Pentas Copa del Rey

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, mendapatkan kabar baik usai dicadangkan oleh Rayo Vallecano. Itu terjadi dalam laga kontra Recreativo Huelva pada pentas Copa del Rey.
Rekap Hasil Hylo Open 2026: Leo/Daniel Mendadak Mundur, 4 Wakil Indonesia Lolos ke 16 Besar

Rekap Hasil Hylo Open 2026: Leo/Daniel Mendadak Mundur, 4 Wakil Indonesia Lolos ke 16 Besar

Rekap hasil Hylo Open 2026, di mana hanya ada sejumlah wakil Indonesia yang lolos ke babak kedua. Sedangkan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mendadak mundur.
Jadwal Laga Persib Bandung Hari Ini: Lawan Wakil Australia Berebut Puncak Klasemen ACL Two

Jadwal Laga Persib Bandung Hari Ini: Lawan Wakil Australia Berebut Puncak Klasemen ACL Two

Persib akan menjamu wakil Australia, Melbourne Victory pada laga pekan ketiga Grup E ACL Two 2026-2027. Menariknya, laga ini akan menentukan pemuncak klasemen Grup E di paruh perjalanan menuju babak 32 besar.
Leo/Daniel Resmi Mundur dari Hylo Open 2026, Pelatih Ganda Putra Indonesia Ungkap Alasannya

Leo/Daniel Resmi Mundur dari Hylo Open 2026, Pelatih Ganda Putra Indonesia Ungkap Alasannya

Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho mengungkapkan alasan mengalami Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin memutuskan mundur dari Hylo Open 2026. Sang pelatih mengungkapkan Daniel kembali mengalami cedera.
Jadwal KRL Hari Ini 28 Oktober 2026 Rute JIS-Jakarta Kota

Jadwal KRL Hari Ini 28 Oktober 2026 Rute JIS-Jakarta Kota

Inilah jadwal KRL hari ini 28 Oktober 2026 rute JIS-Jakarta Kota. Dilansir dari aplikasi C-Access, ada sejumlah perjalanan untuk rute KRL yang tergolong baru ini. 

Trending

Mengenal Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Kalahkan Petahana dan Menang Pilwalkot Mississauga Kanada

Mengenal Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Kalahkan Petahana dan Menang Pilwalkot Mississauga Kanada

Alvin Tedjo, politikus keturunan Indonesia-Tionghoa, menang dalam pemilihan Wali Kota Mississauga, Kanada, dengan 74.479 suara. Kenali profil dan perjalanan.
Dendam atau Desakan Nikah? Terungkap Alasan Tersangka Mutilasi Istri Siri dan Anaknya di Madiun Usai Lakukan Pembunuhan

Dendam atau Desakan Nikah? Terungkap Alasan Tersangka Mutilasi Istri Siri dan Anaknya di Madiun Usai Lakukan Pembunuhan

Polda Jawa Timur mengungkap motif di balik aksi keji DBM (40) yang tega menghabisi nyawa istri sirinya, DH (30), dan anak korban usia 4 tahun (AG) di Madiun.
Hasil Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Jay Idzes Kembali, Nathan Tjoe-A-On Menang

Hasil Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Jay Idzes Kembali, Nathan Tjoe-A-On Menang

Klub-klub luar negeri yang dibela para pemain Timnas Indonesia kembali beraksi semalam. Jay Idzes akhirnya kembali namun belum mendapatkan menit bermain bersama Sassuolo.
Bak Bumi dan Langit, Begini Perbedaan Ranking 1 Dunia Tunggal Putri dan Putra: An Se-young Mendominasi, Jonatan Christie Bertahan 5 Minggu

Bak Bumi dan Langit, Begini Perbedaan Ranking 1 Dunia Tunggal Putri dan Putra: An Se-young Mendominasi, Jonatan Christie Bertahan 5 Minggu

An Se-young masih kokoh di peringkat satu dunia tunggal putri dengan 122.287 poin, sementara sektor tunggal putra diwarnai pergantian takhta usai Christo Popov.
Ada Demo di Jakarta Hari Ini, Simak Daftar Titik-Titik Lokasi Aksi Massa Berikut

Ada Demo di Jakarta Hari Ini, Simak Daftar Titik-Titik Lokasi Aksi Massa Berikut

Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Jakarta diprediksi mengalami kepadatan arus lalu lintas pada Rabu (28/10). 
An Se-young Tak Terbendung, 10 Gelar Dikantongi Sepanjang 2026: Terasa Luar Biasa

An Se-young Tak Terbendung, 10 Gelar Dikantongi Sepanjang 2026: Terasa Luar Biasa

An Se-young kembali ke Korea Selatan dengan membawa 10 gelar sepanjang musim 2026 setelah menjuarai Denmark Open dan French Open secara beruntun. Bidik rekor.
Diduga Keracunan Makanan, Ratusan Siswa dari Dua Sekolah di Bogor Mengeluh Sakit, Pemkab Pastikan Beri Layanan Medis Terbaik

Diduga Keracunan Makanan, Ratusan Siswa dari Dua Sekolah di Bogor Mengeluh Sakit, Pemkab Pastikan Beri Layanan Medis Terbaik

Pemerintah Kabupaten Bogor langsung mengambil langkah sigap merespons dugaan keracunan makanan yang menimpa 481 siswa dari SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga. 
Selengkapnya

Viral