Dituding Tinggalkan Karhutla Kalimantan, Bakom: Sistem Komando Presiden Prabowo Sudah Berjalan Sebelum ke Vladivostok
- (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Maria Cicilia Galuh)
Jakarta, tvOnenews.com – Deputi IV Badan Komunikasi (Bakom) RI Ulta Levenia mengedukasi publik terkait narasi beredar yang menyebut Presiden Prabowo Subianto “kabur” ke Rusia saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Kalimantan.
Ulta menegaskan penilaian terhadap kebijakan Kepala Negara harus didasarkan pada kronologi utuh dan data tepercaya, bukan potongan informasi yang sengaja digiring membentuk persepsi negatif.
“Jangan mudah percaya framing sepotong. Cek dulu kronologinya. Kritik terhadap pemerintah tentu sah, tetapi kritik harus dibangun di atas data dan fakta yang lengkap,” tegas Ulta Levenia dalam keterangan pers yang diterima tvOnenews.com, Minggu (6/9/2026).

Ulta merinci bahwa saat situasi karhutla memanas, Presiden Prabowo justru turun langsung ke lokasi terdampak.
Pada 22 Agustus 2026, Presiden meninjau wilayah Kubu Raya, Kalimantan Barat, dilanjutkan memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Dalam rapat tersebut, Presiden membentuk pembagian komando taktis penanganan bencana secara terukur:
-
Kalimantan Barat: Komando di bawah Panglima TNI dan Kapolri.
-
Kalimantan Tengah: Tanggung jawab dipegang KSAD.
-
Kalimantan Selatan: Dipimpin langsung oleh KSAL.
Ribuan personel gabungan beserta armada udara, helikopter, mobil pemadam, hingga alat berat langsung diterjunkan secara masif.
"Presiden tidak datang sekadar melihat kondisi di lapangan, tetapi memastikan mesin penanganan berjalan, rantai komando terbentuk, dan seluruh sumber daya negara bergerak," tambah Ulta.
- istimewa - antaranews
Titik Panas Melandai Sebelum Keberangkatan ke Vladivostok
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi), puncak hotspot terjadi pada 29 Agustus 2026 sebelum akhirnya mengalami tren penurunan.
Pada 1 September 2026 pagi, Presiden masih menerima laporan penanganan dari Panglima TNI dan Kapolri serta mengirimkan bantuan tambahan 100 unit mobil pemadam dan 15 ekskavator.
Presiden baru bertolak ke Rusia pada malam harinya untuk menghadiri forum ekonomi internasional di Vladivostok.
Keberangkatan tersebut membawa misi diplomasi strategis mencakup percepatan perjanjian dagang Eurasian Economic Union (EAEU), kerja sama pupuk, energi, hingga perluasan akses pasar produk Indonesia.
"Artinya jelas, Presiden berangkat setelah sistem penanganan berjalan dan komando di lapangan sudah terbentuk. Beliau tidak meninggalkan penanganan karhutla, tetapi menjalankan tugas negara yang juga penting," lugasnya.
Ulta pun mengingatkan seluruh pihak agar menjaga etika jurnalistik dan tidak memanfaatkan musibah karhutla demi memperbesar polarisasi politik di tengah masyarakat.
Load more