Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Sorotan Sri Sultan HB X, Singgung Pembelajaran dari Erupsi Gunung Kelud dan Merapi
- Dok. Humas YIA
Untuk memastikan keamanan bandara, pengelola bandara melakukan pengujian visual. Metode paper test dilaksanakan setiap satu jam secara random untuk mengetahui apakah ada paparan abu vulkanik.
Khususnya di wilayah Yogyakarta, paper test sekaligus dilakukan untuk mengetahui paparan dari erupsi Gunung Merapi.
"Sampai tadi pagi yang keempat kali jam 06.15 sampai pukul 07.15 kita laksanakan paper test hasilnya negatif. Tidak ada paparan abu vulkanik," tutur General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Soekadi.
Sedangkan di Bandara YIA hingga pukul 14.30 WIB, pembatalan jadwal penerbangan masing-masing terdapat 10 keberangkatan dan 10 kedatangan pesawat rute Jakarta.
General Manager Bandara YIA, Muhammad Thamrin mengungkap bahwa sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau patut diwaspadai karena partikelnya yang mengandung silika yang menjadi bahan dalam pembuatan kaca.
Oleh karena itu, partikel abu vulkanik sangat berbahaya dalam ekosistem penerbangan.
Tentunya, kesiapan fasilitas ataupun peralatan operasional dalam kondisi aman. Untuk melihat sebaran lava, pengelola bandara melakukan paper test.
"Dari laporan tadi pagi, untuk paper test hasilnya di Bandara YIA masih negatif. Tidak ada debu akibat erupsi vulkanik (Gunung Anak Krakatau)," ungkap Thamrin.
Secara operasional, Bandara YIA pun siap memberikan layanan 24 jam. Salah satunya, kesiapan untuk menampung pesawat-pesawat yang seharusnya mendarat di bandara seperti Soekarno Hatta maupun Halim Perdanakusuma Jakarta. Kedua bandara tersebut kini dilakukan penutupan sementara.
"YIA siap 24 jam untuk menerima mereka. Tapi sampai dengan hari ini belum ada. Terlepas dari itu semua, kami memastikan alat produksi di Bandara YIA siap untuk menampung kedatangan penerbangan yang melakukan divert ke YIA," pungkasnya.
(scp/kmr)
Load more