News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kemarau Ekstrem, DPR RI Sorot Penanganan Krisis Air Pertanian Berbasis Data

Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah menekankan bahwa keberhasilan mitigasi kekeringan di sektor pertanian tidak boleh hanya diukur dari banyaknya alat atau pompa air yang disalurkan ke daerah.
Rabu, 9 September 2026 - 04:23 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah menekankan bahwa keberhasilan mitigasi kekeringan di sektor pertanian tidak boleh hanya diukur dari banyaknya alat atau pompa air yang disalurkan ke daerah.

Menurutnya indikator utama keberhasilan penanganan krisis adalah luasan sawah yang benar-benar berhasil diselamatkan dari ancaman gagal panen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peringatan ini menyusul rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait fenomena iklim terkini.

Pada Dasarian III Agustus 2026, indeks ENSO menunjukkan anomali El Nino dengan intensitas sangat kuat. BMKG memproyeksikan curah hujan bulanan di Pulau Jawa dan sejumlah sentra pangan lainnya berpeluang berada di bawah 50 milimeter pada September 2026.

Merespons kondisi tersebut, Rina mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menerapkan manajemen darurat berbasis data lapangan yang presisi dalam pemanfaatan sumber daya air yang kian menipis.

"Dalam kondisi krisis air, tolok ukurnya bukan seberapa banyak pompa yang dibagikan, melainkan berapa hektare sawah yang betul-betul terselamatkan. Penempatan pompa harus presisi, mempertimbangkan debit sumber air, fase pertumbuhan tanaman, dan tingkat kerentanan lahan," ujar Rina, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Kementan tercatat telah menyiapkan sekitar 56 ribu unit pompa air pada 2026 sebagai langkah intervensi darurat nasional. Rina menilai langkah tersebut sudah tepat, namun implementasinya tidak boleh digeneralisasi tanpa pemetaan hidrologis yang akurat.

Ia menekankan bahwa daerah dengan debit air terbatas memerlukan sistem pengairan bergilir yang terjadwal ketat. Prioritas utama penyelamatan harus difokuskan pada pertanaman yang secara biologis masih mampu bertahan dan menghasilkan panen.

Selain debit air, ketersediaan bahan bakar untuk menggerakkan mesin pompa juga dinilai krusial. Rina meminta sinergi lintas instansi segera diperkuat agar petani tidak terhambat di lapangan.

"Kementan, BPH Migas, Pertamina, dan pemerintah daerah harus duduk bersama memastikan akses BBM bersubsidi bagi petani berjalan tertib, transparan, dan tepat sasaran. Di sisi lain, diversifikasi ke pompa berbasis energi alternatif yang lebih hemat perlu mulai diperluas," tuturnya.

Rina juga mengingatkan agar krisis air musiman tidak terus disikapi dengan solusi tambal sulam. 

Penanganan darurat di hilir semestinya dibarengi dengan pembenahan mendasar pada infrastruktur dan daya dukung lingkungan.

Langkah jangka panjang yang mendesak mencakup rehabilitasi jaringan irigasi tersier, normalisasi saluran air dan embung, pemeliharaan daerah tangkapan air, serta konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS).

Ia memperingatkan agar eksploitasi air tanah dalam melalui sumur bor dilakukan secara terukur berdasarkan kajian hidrologis, guna mencegah kerusakan akuifer dan ancaman krisis ekologis di masa mendatang.

"Krisis air tidak selesai hanya dengan terus menambah mesin pompa. Kita membutuhkan pengelolaan dari hulu ke hilir, mulai dari memulihkan daya tangkap DAS, menjamin keandalan tampungan air, hingga menyeleksi lahan yang paling mendesak untuk diselamatkan," kata Rina.

Di ranah fiskal, Rina menyoroti alokasi pagu Kementan pada Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2026 yang mencapai sekitar Rp 40,15 triliun. 

Anggaran tersebut dinilai harus diprioritaskan secara disiplin pada program yang berdampak langsung terhadap stabilitas produksi pangan dan perlindungan petani.

Pengawasan ketat juga dibutuhkan pada rencana pengadaan gabah dan beras dalam negeri sebesar 4 juta ton untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahun 2026, agar stabilitas harga di tingkat produsen tetap terjaga saat panen.

Terkait indikator ekonomi makro, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi umum nasional pada Agustus 2026 sebesar 3,19 persen secara tahunan.

Rina mengingatkan bahwa meski inflasi masih terkendali, lonjakan harga bahan pangan tetap membayangi apabila gangguan produksi akibat kekeringan tidak diantisipasi sejak dini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kedaulatan pangan bukan sekadar menghitung berapa stok beras di gudang, melainkan memastikan petani punya kepastian pasokan air, akses sarana produksi, dan menerima harga panen yang layak. Setiap rupiah uang negara di sektor ini harus berdampak nyata bagi petani di sawah," pungkas Rina.(raa)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jangan Asal Tukar Tambah iPhone di iBox Online, Ada Denda Sebesar Ini jika Dibatalkan

Jangan Asal Tukar Tambah iPhone di iBox Online, Ada Denda Sebesar Ini jika Dibatalkan

iBox menyediakan layanan tukar tambah atau trade in iPhone online, ini syarat hingga ketentuan yang harus dipenuhi.
3 Rekomendasi HP dengan RAM Besar 2026, Harga Mulai Rp3 Jutaan

3 Rekomendasi HP dengan RAM Besar 2026, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Cari HP dengan RAM besar di 2026? Simak 3 rekomendasi HP RAM 12 GB dari Redmi, realme, dan OPPO, lengkap dengan harga, spesifikasi, serta keunggulannya.
Dua Kali Modifikasi Cuaca, Pramono Sebut Kondisi Polusi Udara di Jakarta Rendah

Dua Kali Modifikasi Cuaca, Pramono Sebut Kondisi Polusi Udara di Jakarta Rendah

Pramono menjelaskan bahwa cuaca sering kali jadi beban saat adanya kegiatan di Jakarta. Namun selama berlangsungnya JRF kondisi polusi udara di Jakarta rendah sekali.
Cara Cek Bansos PKH 2026 Lewat HP, Cukup Pakai NIK

Cara Cek Bansos PKH 2026 Lewat HP, Cukup Pakai NIK

Cek bansos PKH tahap 4 Oktober 2026 lewat HP dengan NIK. Simak cara mengecek status penerima, jadwal pencairan, dan solusi jika data tidak sesuai.
Tarik Tombur Toba Sukses Digelar, Ribuan Orang Kunjungi Parapat

Tarik Tombur Toba Sukses Digelar, Ribuan Orang Kunjungi Parapat

Pemrakarsa Tarik Tombur Toba, Bane Raja Manalu, menyampaikan bahwa panitia mencatat jumlah kunjungan hampir mencapai 2.000 orang. 
KPAI Kutuk Keras Aksi Dokter yang Cabuli Anak Kandung Usia 3,5 Tahun di Bandung

KPAI Kutuk Keras Aksi Dokter yang Cabuli Anak Kandung Usia 3,5 Tahun di Bandung

KPAI mengutuk keras aksi cabul oknum dokter di Bandung. Hal itu diungkap langsung oleh Komisioner KPAI Dian Sasmita kepada wartawan, pada Minggu (25/10/2026).

Trending

Viral Nathalie Holscher hingga Pratiwi Noviyanthi Takuti Anak Lewat Tren Konten Polisi Anak, Psikolog Ingatkan Bahayanya

Viral Nathalie Holscher hingga Pratiwi Noviyanthi Takuti Anak Lewat Tren Konten Polisi Anak, Psikolog Ingatkan Bahayanya

Psikolog Okina Fitriani ungkap bahaya video viral Nathalie Holscher hingga Pratiwi Noviyanthi pakai jasa tren konten polisi anak 84 untuk menakuti anaknya.
Media Vietnam Soroti Nasib Ole Romeny hingga Maarten Paes, Para Pilar Timnas Indonesia yang Menghilang usai Bawa Garuda Juara

Media Vietnam Soroti Nasib Ole Romeny hingga Maarten Paes, Para Pilar Timnas Indonesia yang Menghilang usai Bawa Garuda Juara

Tiga pemain Timnas Indonesia jadi sorotan media Vietnam setelah kesulitan mendapatkan menit bermain bersama klub masing-masing di Eropa usai bawa Garuda Juara.
Bela Umat Muslim dari Islamophobia, Bill Clinton Ungkap Putrinya Khatam Al-Qur'an Sejak Usia 15 Tahun

Bela Umat Muslim dari Islamophobia, Bill Clinton Ungkap Putrinya Khatam Al-Qur'an Sejak Usia 15 Tahun

Ketika bicara tentang maraknya rasa kebencian terhadap umat Muslim, mantan Presiden AS Bill Clinton sebut putrinya sudah khatam Al-Qur'an sejak usia 15 tahun.
Cara Nonton Live Streaming Tinju Dunia Emanuel Navarrete Vs O'Shaquie Foster Siang Ini

Cara Nonton Live Streaming Tinju Dunia Emanuel Navarrete Vs O'Shaquie Foster Siang Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan tinju dunia antara Emanuel Navarrete vs O'Shaquie Foster yang akan berlangsung pada siang ini.
Bisakah Media Sosial Menjadi Arsip Digital bagi Warisan Budaya Nusantara?

Bisakah Media Sosial Menjadi Arsip Digital bagi Warisan Budaya Nusantara?

Pelestarian budaya di era digital menghadapi tantangan baru. Media sosial perlahan mengubah cara masyarakat mengenal sejarah. Cerita yang dahulu hanya
Tiga Tukang Parkir Dikeroyok di Pasar Caringin Bandung, Dua Orang Tewas Babak Belur

Tiga Tukang Parkir Dikeroyok di Pasar Caringin Bandung, Dua Orang Tewas Babak Belur

Akibat insiden tersebut, dua korban dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya mengalami luka serius hingga salah satu jarinya putus...
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto Meninggal Dunia

Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto Meninggal Dunia

Kabar duka Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto berseliweran di media sosial.
Selengkapnya

Viral