News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bikin Terkejut! Zulhas Blak-blakan Ungkap Kondisi Sebenarnya Program MBG

Menko Pangan Zulhas mengakui pelaksanaan program MBG masih bermasalah dan menyebutnya gagal. Pemerintah menargetkan pembenahan dalam 1-2 bulan.
Rabu, 9 September 2026 - 20:30 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas
Sumber :
  • Kemenko Pangan

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas secara terbuka mengakui masih adanya kegagalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Pengakuan tersebut disampaikan Zulhas saat menghadiri Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Bandar Lampung, Jumat, 4 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pidatonya, Zulhas bahkan secara langsung menyebut program MBG sebagai salah satu program yang mengalami kegagalan. Pernyataan itu disampaikannya ketika menjelaskan berbagai persoalan yang masih terjadi meski pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar.

"Apa yang gagal, MBG. MBG kita akui gagal," kata Zulhas.

Anggaran Besar Belum Hentikan Masalah MBG

Zulhas menyoroti besarnya anggaran yang telah dikeluarkan pemerintah untuk menjalankan program MBG. Menurut dia, dukungan anggaran yang besar belum otomatis membuat seluruh persoalan dalam pelaksanaan program tersebut dapat diselesaikan.

Ia menyebut masalah dalam program MBG masih terus muncul meski program tersebut telah berjalan hampir dua tahun. Salah satu persoalan terbaru yang menjadi sorotan adalah kasus keracunan massal.

"Anggaran besar, sudah hampir dua tahun masalah tidak berhenti, termasuk yang terakhir (keracunan massal)," ujar Zulhas.

Pernyataan tersebut menunjukkan pemerintah masih menghadapi tantangan dalam memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Bagi Zulhas, besarnya anggaran tidak cukup menjadi jaminan keberhasilan sebuah program. Pengawasan serta tata kelola yang baik juga diperlukan agar pelaksanaan di lapangan dapat berjalan dengan baik.

Zulhas Soroti Masalah Pengawasan dan Manajemen

Menurut Zulhas, berbagai persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan MBG menjadi gambaran bahwa program dengan dukungan anggaran besar tetap dapat mengalami kegagalan apabila tidak disertai pengawasan dan manajemen yang memadai.

Ia mengakui persoalan dalam program tersebut hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan. Karena itu, pemerintah perlu melakukan pembenahan secara bertahap, terutama dari sisi manajemen.

Persoalan tersebut juga menjadi perhatian Presiden Prabowo. Zulhas mengatakan pembenahan dilakukan dengan memproses pihak-pihak yang dinilai bermasalah dalam pengelolaan program MBG.

"Manajemen yang bermasalah sudah diproses. Pak Presiden nunjuk yang baru, anak muda, fresh, pintar, hebat," kata Zulhas.

Menurut dia, perubahan dalam pengelolaan tersebut diharapkan dapat membawa perbaikan terhadap pelaksanaan program MBG ke depan.

Pemerintah Minta Waktu 1-2 Bulan

Meski mengakui adanya kegagalan dalam pelaksanaan MBG, Zulhas menegaskan pemerintah tidak menjanjikan seluruh persoalan dapat diselesaikan secara instan.

Pemerintah, kata dia, membutuhkan waktu untuk melakukan evaluasi sekaligus memperbaiki berbagai persoalan yang masih terjadi dalam pelaksanaan program.

Zulhas berharap proses pembenahan dapat mulai menunjukkan hasil dalam satu hingga dua bulan mendatang. Ia pun meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk memperbaiki program tersebut secara bertahap.

"Berikan kami waktu satu atau dua bulan agar kami, pemerintah membereskan persoalan ini dan melakukan pembenahan secara bertahap," tegas Zulhas.

Pengakuan terbuka tersebut menjadi sorotan karena MBG merupakan salah satu program andalan pemerintahan Presiden Prabowo. Dengan evaluasi dan perubahan manajemen yang dilakukan, pemerintah kini dituntut memastikan berbagai persoalan dalam pelaksanaan program tidak kembali berulang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR Buka Ruang Aspirasi Desa, AKSI Siap Dukung Program Prabowo: Membangun Indonesia dari Desa

DPR Buka Ruang Aspirasi Desa, AKSI Siap Dukung Program Prabowo: Membangun Indonesia dari Desa

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan Sari Yuliati membuka Rapat Kerja Nasional AKSI di Ruang Pustakaloka, Gedung
DPR Terima Aspirasi Kades AMJ, Bahas Kepastian Pilkades 2027 dan Penjabat Kades

DPR Terima Aspirasi Kades AMJ, Bahas Kepastian Pilkades 2027 dan Penjabat Kades

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Pimpinan DPR RI Sari Yuliati dan Saan Mustopa menerima audiensi Koordinator Nasional Kades AMJ di Ruang Abdul Muis,
MUF Genjot Adopsi Kendaraan Listrik, Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi dengan Dealer

MUF Genjot Adopsi Kendaraan Listrik, Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi dengan Dealer

MUF bersama Bank Mandiri dan dealer otomotif menggelar pengalaman EV dan hybrid di Bali untuk mendorong adopsi kendaraan listrik di Pulau Dewata lebih massif.
AHY Jelaskan Maksud Omongan Kekuasaan Ada Batasnya dalam Pidato Politiknya, Khawatir Ada yang Salah Tafsir

AHY Jelaskan Maksud Omongan Kekuasaan Ada Batasnya dalam Pidato Politiknya, Khawatir Ada yang Salah Tafsir

Terkait pidato politiknya, AHY menegaskan bahwa bahwa Partai Demokrat memiliki posisi yang jelas, yakni mendukung keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Lewis Hamilton Angkat Bendera Putih di F1 2026? Sebut Ferrari Terlambat Memprioritaskannya

Lewis Hamilton Angkat Bendera Putih di F1 2026? Sebut Ferrari Terlambat Memprioritaskannya

Lewis Hamilton nampaknya mulai pesimis dalam perburuan gelar F1 2026 setelah Ferrari dinilai terlambat mengambil keputusan untuk memprioritaskannya.
Lewat Inpres Ini, Pemerintah Perjelas Batas Penerapan Kearifan Lokal dalam Pembukaan Lahan

Lewat Inpres Ini, Pemerintah Perjelas Batas Penerapan Kearifan Lokal dalam Pembukaan Lahan

Presiden RI, Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Penguatan Penegakan Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan pada 31 Agustus 2026.

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Hukum Administrasi GBK, Asep Triyadi, memberikan konfirmasi resmi kepada tvOnenews.com perihal peristiwa penemuan jasad tersebut.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Tim tvOnenews.com mencoba menghubungi kakak sulung Fajar Sahrudin, Deni, untuk mengonfirmasi hal tersebut. Deni mengatakan, bahwa adiknya telah meninggal dunia.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Selengkapnya

Viral