News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prabowo: Partai Demokrat Pernah Berkuasa Tapi Saat Tidak Menang, Tidak Bakar-bakar

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan, para elite politik agar tidak menjadikan perbedaan pilihan dan persaingan sebagai alasan untuk memutus persahabatan.
Kamis, 10 September 2026 - 09:21 WIB
Presiden Prabowo Subianto
Sumber :
  • YouTube Sekretariat Presiden

Jakarta, tvOnenews.com – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan, para elite politik agar tidak menjadikan perbedaan pilihan dan persaingan sebagai alasan untuk memutus persahabatan.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di GBK Arena, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026) malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pidatonya, Prabowo menilai perbedaan warna politik merupakan sesuatu yang tidak terhindarkan dalam demokrasi. Setiap pihak memiliki hak untuk bersaing, mengkritik, memberikan saran, hingga menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah.

“Ini demokrasi Indonesia. Dan hari ini, di panggung ini, ya inilah demokrasi Indonesia. Macam-macam warna. Bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi. Menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan tapi tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga,” tegas Prabowo.

Prabowo mengatakan sikap saling menghormati menjadi salah satu fondasi penting dalam demokrasi. Perbedaan pandangan tidak seharusnya berkembang menjadi permusuhan.

“Ini yang harus kita pegang,” ucapnya.

Prabowo kemudian membawa pesan tersebut ke dalam pengalaman politik pribadinya. Ia mengingatkan bahwa perjalanan politik tidak selalu diwarnai kemenangan.

Prabowo mengaku pernah empat kali gagal memenangkan kontestasi sebelum akhirnya mendapat mandat rakyat sebagai Presiden.

“Saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima. Ya sudah, kita maju lagi,” tuturnya.

Pengalaman itu, menurut Prabowo, menunjukkan bahwa kekalahan dalam demokrasi harus diterima sebagai bagian dari proses. Yang terpenting, persaingan tidak berubah menjadi konflik yang merusak persatuan.

Prabowo juga menyinggung perjalanan Partai Demokrat yang pernah berada di pemerintahan maupun di luar pemerintahan. Ia memberikan apresiasi karena partai tersebut dinilainya tetap menjaga sikap dalam menjalankan demokrasi ketika tidak berada dalam kekuasaan.

“Partai Demokrat pernah menang, pernah tidak menang. Pernah di puncak, pernah di pemerintahan. Tapi waktu tidak berkuasa, Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar,” kata Prabowo.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo turut mengapresiasi dukungan Partai Demokrat terhadap dirinya dalam Pemilu 2019 dan 2024.

Menurut Prabowo, dukungan tersebut tidak sekadar berkaitan dengan kepentingan politik, tetapi menunjukkan adanya kesamaan cita-cita dan prinsip dalam membangun Indonesia.

“Karena kita memang punya cita-cita dan prinsip yang sama,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan demokrasi pada akhirnya harus menjadi jalan untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat. Karena itu, kompetisi politik seharusnya tidak menghilangkan orientasi utama untuk kepentingan bangsa.

“Jadi, kita justru menghayati bahwa tentara itu adalah milik rakyat dan kalau kita ingin terus berbakti, mengabdi di bidang politik kita harus menjalankan politik itu melalui demokrasi,” tuturnya. (agr/ree)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Pasangan kekasih berinisial R (28) pria dan E (23) wanita tega menghabisi nyawa anaknya sendiri di Jakarta Barat. Mereka menguburkannya di sebuah rumah roboh terbengkalai.
FS Dikenal Rajin Berdonasi, Organisasi yang Menerima Bantuan Mengucapkan Turut Berduka ke Keluarga Fajar Sahrudin

FS Dikenal Rajin Berdonasi, Organisasi yang Menerima Bantuan Mengucapkan Turut Berduka ke Keluarga Fajar Sahrudin

Kapolsek Metro Tanah Abang menyampaikan kalau kabar meninggalnya Fajar Sahrudin (FS) benar adanya. Berikut respons keluarga terdekat dan salah satu organisasi.
Langkah Tegas Presiden Prabowo Tertibkan Hutan, Seskab Teddy Dinilai Jadi Eksekutor Kunci

Langkah Tegas Presiden Prabowo Tertibkan Hutan, Seskab Teddy Dinilai Jadi Eksekutor Kunci

Komitmen tegas Presiden Prabowo Subianto dalam menertibkan kawasan hutan serta memberantas mafia lingkungan dinilai mendapatkan momentum kuat lewat pengawalan ketat Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Operasi SAR Hari Ketiga, Tim Gabungan Perluas Pencarian Speedboat Rombongan Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi SAR Hari Ketiga, Tim Gabungan Perluas Pencarian Speedboat Rombongan Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda

Tim gabungan memperluas pencarian speedboat rombongan wartawan yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten pada operasi SAR hari ketiga.
Rodri Tiba-Tiba Minta Maaf usai Barcelona Menang di Liga Champions, Ternyata Gara-Gara Ini

Rodri Tiba-Tiba Minta Maaf usai Barcelona Menang di Liga Champions, Ternyata Gara-Gara Ini

Gelandang Barcelona, Rodri, mendadak menyampaikan permintaan maafnya setelah kemenangan atas Feyenoord di Liga Champions 2026-2027. Hal ini berkaitan dengan peristiwa di pertandingan sebelumnya.
Pengemudi Truk Microsleep Tabrak Mobil Pick Up dan Pekerja di Tol Jakarta Utara, Tiga Orang Tewas

Pengemudi Truk Microsleep Tabrak Mobil Pick Up dan Pekerja di Tol Jakarta Utara, Tiga Orang Tewas

Kecelakaan melanda satu unit wing box tronton dengan mobil pick up dan pekerja proyek di Tol Wiyoto Wiyono KM 20,200 A, Tanjung Priok arah Pluit, Jakarta Utara, pada Rabu (9/9/2026).

Trending

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Purbaya Bentuk Satgas Kawal Kopdes Merah Putih Salurkan Barang Subisidi Pemerintah

Purbaya Bentuk Satgas Kawal Kopdes Merah Putih Salurkan Barang Subisidi Pemerintah

Pemerintah menyepakati pembentukan satuan tugas (satgas) untuk mengoptimalkan pemanfaatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), termasuk dalam penyaluran barang bersubsidi dan mendukung sistem logistik nasional.
Ditinggal Ko Hee-jin, Red Sparks Tunjuk Mantan Pelatih Hyundai Hillstate Jadi Pengganti?

Ditinggal Ko Hee-jin, Red Sparks Tunjuk Mantan Pelatih Hyundai Hillstate Jadi Pengganti?

Red Sparks tengah menjadi sorotan volimania usai muncul spekulasi bahwa nampaknya klub telah menemukan pelatih baru usai Ko Hee-jin memutuskan mundur dari jabatannya jelang Liga Voli Korea 2026-2027.
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Selengkapnya

Viral