Debu Vulkanik Gunung Dukono dan Ibu Menyebar 2,1 Km, BMKG Soroti Bahaya untuk Penerbangan dan Kesehatan
- istimewa
Partikel debu vulkanik yang berukuran sangat kecil dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat di wilayah yang terdampak perlu mengikuti perkembangan informasi resmi dan mengurangi paparan apabila debu mulai mencapai permukiman.
BMKG Minta Masyarakat Tetap Waspada
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan sebaran debu vulkanik.
Wilayah yang menjadi perhatian meliputi sekitar Selat Sunda bagian barat Pandeglang, sebagian Kabupaten Lembata, Selat Flores-Lamakera, sebagian Halmahera Barat, Halmahera Utara, Kabupaten Pulau Morotai, serta perairan barat daya dan barat laut Morotai.
Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi terkait aktivitas gunung api dan sebaran debu perlu mengikuti arahan BMKG, PVMBG/Badan Geologi, serta pemerintah setempat.
Sebaran debu vulkanik dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer, terutama arah dan kecepatan angin. Karena itu, pemantauan perlu terus diperbarui untuk mendukung keselamatan masyarakat sekaligus aktivitas penerbangan.
Load more