Begini Pesan Mendalam Ayah Willy Mboik Korban dari Kekejaman KKB, Sempat Video Call dengan Terduga Pelaku
- dok.kolase tvOnenews.com/ medsos @rhendy.87
Jakarta, tvOnenews.com- Sebanyak 3 orang aparatur sipil negara (ASN) meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Wamena, Papua pada 9 September 2026. Salah satu korban bernama Willy Mboik.
Ketiga orang ASN itu tergabung dalam 11 orang. Willy Mboik bersama rombongan dalam perjalanan dinas untuk membagikan bantuan pangan (bibit dan anakan babi) dihadang kelompok kriminal bersenjata atau KKB.Â
Rombongan tersebut, juga sekalian meninjau kegiatan cetak sawah bagi masyarakat setempat. KKB pun langsung menmbaki rombongan, satu korban diketahui bernama Willy Mboik (24 tahun).
- Satgas Damai Cartenz
Setelah dikabarkan meninggal dunia, tidak berselang lama muncul video yang viral di media sosial (Medsos).
Memperlihatkan ayah Willy Mboik yang video call (VC) karena HP sang anak diambil kelompok KKB. Mereka memasang wajah senang.
Ternyata anggota KKB tersebut menghubungi keluarga dari Wili Mboik, seorang staf wanita Dinas Pertanian (CPNS) asal Nusa Tenggara Timur yang tewas ditembak di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya.
Dalam VC itu, ayah mendiang Willy menyampaikan pesan mendalam kepada terduga pelaku dari kelompok KKB. Dengan wajah tersenyum mereka menyapa ayah korban.Â
Dengan nada marah seakan meluapkan kekecewaannya, karena sang anak ditembak hingga tewas saat bertugas di Papua.
- dok.kolase tvOnenews.com/ medsos @rhendy.87
"Yo nanti akan ada orang yang mencari kau," ucap ayah Willy.
"bapak su makan, kurang makan ka," tanya kelompok KKB dalam video call yang viral.
"silahkan, perbuatanmu akan dipertanggungjawabkan sama tuhan di surga ya," pesan ayah Willy dengan tegas.Â
"anak saya ada masalah apa kau bunuh kau tembak ha," saut ayah mendian ASN muda Willy, dikutip dari medsos akun @rhendy.87.Â
Dalam video call yang beredar luas di media sosial, terduga pelaku menghubungi ayah dan keluarga korban di NTT sambil tertawa-tawa.
Sehubungan dengan ini, Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan duka cita mendalam, atas insiden penembakan yang menimpa rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Kampung Muliama, Papua Pegunungan.
Berdasarkan informasi kepolisian, para korban tengah dalam perjalanan menyalurkan bantuan ternak kepada masyarakat setempat ketika rombongan mereka diadang dan ditembaki oleh pelaku kriminal bersenjata pada Rabu (9/9) sore.
"Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," kata Mentan dalam keterangan resmi, dikutip dari Antara.Â
Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz dan jajaran TNI-Polri mengusut tuntas pelaku penembakan serta memastikan keselamatan petugas lapangan yang bertugas di Papua.
"Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua," tegasnya.(klw)
Â
Â
Load more