Netizen Sebut Sosok Perempuan yang Laporkan Betrand Peto terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Seorang LC, Kuasa Hukum Beri Bantahan: Dia Karyawan dan Berkuliah
- Ilham Kausar-Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Sejumlah netizen menyebut sosok perempuan yang melaporkan Betrand Peto terkait kasus dugaan pelecehan seksual adalah seorang lady companion atau LC.
Terkait ramainya stigma tersebut, kuasa hukum korban membantahnya.
Kuasa hukum korban, Nathaniel Hutagaol, meluruskan stigma yang beredar di masyarakat terkait sosok korban.
Dia menyebut kliennya adalah seorang pekerja dan mahasiswi, bukan pekerja tempat hiburan malam atau LC.
"Korban ini adalah wanita pekerja, seorang karyawan yang juga berkuliah. Jangan sampai ada anggapan atau stigma bahwa wanita yang keluar malam pantas diperlakukan seperti ini," ujarnya, Senin (14/9/2026).
Dia pun meminta netizen berhenti memojokkan korban. Selain itu, dia juga merespons bantahan pernyataan yang sempat disampaikan kubu Betrand Peto di media massa.
Nathaniel menyebut membantah adalah hak hukum terlapor. Namun, pihak korban siap membuktikannya di jalur hukum.
"Hak mereka untuk membantah dan menggunakan hak hukumnya. Kami yang akan membuktikan. Biar proses hukum nanti yang menunjukkan siapa yang benar dan salah," terangnya.
Kuasa hukum korban lainnya, Deki Patria Nasution, mengatakan AW telah menjawab 23 pertanyaan yang diajukan penyidik.
"Korban ditanya 23 pertanyaan termasuk dari pertama kali dia berangkat dari tempatnya menuju lokasi tindak pidana itu terjadi. Kami juga sudah menyerahkan beberapa bukti dan dua orang saksi sudah diperiksa," katanya.
Usai kliennya merampungkan pemeriksaan di Subdit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya, tim kuasa hukum korban siap membuktikan dugaan kasus tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Betrand Peto terseret dalam kasus dugaan pelecehan seksual.
Kemudian, Polda Metro Jaya menyelidiki laporan kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pelapor berinisial AW dan terlapor, yakni Betrand Peto.
Pernyataan Betrand Peto
- Instagram @betrandpetoputraonsu
Dalam sebuah konferensi pers, Betrand Peto membantah adanya dugaan penganiayaan hingga pelecehan seksual yang dilaporkan AW terhadap dirinya.
Betrand Peto memaparkan kronologi versi dirinya. Dia memang datang ke tempat hiburan malam di kawasan SCBD untuk karaoke bersama teman-temannya setelah syuting.
Ketika berada di dalam ruangan karaoke, AW yang tidak dikenalnya tiba-tiba datang sambil menangis.
"Ketika dia menangis saya tanya kenapa, tetapi dia enggak jawab sama sekali. Terus temannya yang antingnya copot itu datang dan bertanya sama aku. Dia tarik baju aku terus tarik tangan aku. Aku tidak bereaksi apa pun. Aku cuma diam. Aku bilang sama dia, ‘Kamu tanya sama teman kamu karena aku pun enggak dapat jawaban dari teman kamu'," kata Betrand Peto.
Menurutnya, perempuan itu marah dengan nada yang disebutnya galak dan sinis.
Hal inilah yang membuat salah satu teman perempuan Betrand Peto tidak terima sampai akhirnya terjadi perkelahian dengan AW.
"Akhirnya temanku enggak terima. Mulailah berantem-berantem jambak-jambakan di situ. Aku sudah bilang sama temanku sudah enggak usah berantem. Akhirnya dipisahkan sama orang yang jaga di sana. Setelah dipisahkan, aku duduk diam lagi di sofa,” ungkapnya.
Ternyata AW mengunggah kejadian tersebut di media sosial hingga menjadi viral.
"Untuk permasalahan yang dibilang aku tindakan seksual, aku tidak melakukan itu sama sekali," pungkasnya. (nsi)
Load more