Pakar UI Sebut Ada Pesan Politik Saat Prabowo ke Luar Negeri, Gibran ke Lokasi Bencana dan Korban MBG
- Ist
Ari menilai perhatian Gibran terhadap satwa yang terdampak karhutla menjadi aspek yang selama ini berpotensi luput dalam penanganan bencana. Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menyangkut persoalan asap, titik api, atau kerusakan vegetasi, tetapi juga menyentuh keberlangsungan ekosistem.
Kebakaran besar di sejumlah wilayah, menurut dia, dapat menghancurkan habitat dan memaksa satwa keluar dari lingkungan alaminya. Karena itu, pemerintah perlu memiliki skenario evakuasi apabila kondisi habitat sudah tidak lagi aman.
Dalam konteks tersebut, kunjungan Gibran ke lokasi karhutla dinilai Ari dapat menjadi momentum untuk mendorong kebijakan yang lebih komprehensif. Penanganan bencana tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan, tetapi harus dilanjutkan dengan pemulihan ekosistem dan perlindungan terhadap satwa yang terdampak.
Ari menilai keberhasilan komunikasi politik Gibran pada akhirnya akan ditentukan oleh tindak lanjut setelah kunjungan lapangan. Jika berbagai persoalan yang ditemukan dapat diterjemahkan menjadi kebijakan, kunjungan tersebut akan memiliki nilai lebih dari sekadar agenda Wakil Presiden.
“Di tengah polemik penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kontroversi pelaksanaan program MBG, setidaknya Gibran memberi sinyal bahwa dirinya bukan sosok yang selama ini terkonstruksikan dalam pandangan publik sebagai orang “yang tidak bisa bekerja” tetapi adalah figur dari orang yang bisa bekerja bahkan mengambil celah yang selama ini luput dari perhatian Presiden dan para pembantunya,” tegas Ari.
Seperti diketahui, dalam beberapa pekan terakhir Gibran melakukan sejumlah kunjungan ke wilayah terdampak karhutla di Kalimantan. Ia juga menemui keluarga petugas yang gugur, memantau penanganan satwa terdampak kebakaran, serta melihat langsung upaya pengendalian karhutla.
Di sisi lain, Gibran mendatangi korban keracunan MBG di Kabupaten Karo. Ia menemui siswa dan orangtua korban serta memastikan kebutuhan dan biaya pengobatan ditanggung pemerintah.
Dalam kunjungannya ke Kalimantan, Gibran juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terdampak sebagai bentuk respons pemerintah terhadap kondisi yang mereka hadapi.
“Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih,” ujar Wapres Gibran saat kunjungan kerja ke Kalimantan. (agr)
Load more