Prabowo Bidik Kebangkitan Ekonomi Pesisir, 5.000 Kampung Nelayan Dikebut
- Dokumentasi Humas Kemenko Pangan
Dari jumlah tersebut, sembilan lokasi telah rampung 100 persen, sedangkan 26 lokasi lainnya ditargetkan selesai pada September 2026.
Untuk tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan KNMP di 1.269 lokasi. Dari target tersebut, pembangunan fisik telah dimulai di 1.090 lokasi.
Adapun 179 lokasi lainnya masih berada dalam tahap pra-pembangunan dan proses kontrak.
Pemerintah perlu memastikan percepatan tersebut tidak hanya mengejar jumlah kampung yang selesai dibangun, tetapi juga memastikan fasilitas yang tersedia benar-benar mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
Sebab, konsep KNMP dirancang lebih luas daripada pembangunan infrastruktur. Pemerintah ingin membangun ekosistem ekonomi pesisir yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Nelayan tidak hanya didorong meningkatkan produksi, tetapi juga memperoleh fasilitas pengolahan dan akses pemasaran.
Dengan begitu, nilai tambah hasil perikanan diharapkan tidak berhenti di tingkat produksi dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.
Model tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memutus persoalan klasik yang dihadapi nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan posisi tawar yang lemah terhadap hasil tangkapan maupun produksi perikanan.
Untuk memastikan pembangunan dan operasionalisasi KNMP tidak berjalan sendiri-sendiri, pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2026.
Inpres tersebut menjadi landasan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Sinergi lintas kementerian dan lembaga diperlukan agar pembangunan KNMP tidak berhenti ketika konstruksi fisik selesai.
Pemerintah justru dituntut memastikan kampung-kampung tersebut segera menjadi pusat aktivitas ekonomi yang produktif.
Operasionalisasi, penguatan produksi, pengolahan, distribusi, hingga akses pasar menjadi bagian penting dari keberlanjutan program.
Dengan target 5.000 KNMP hingga 2029, pemerintah berharap pembangunan kawasan pesisir dapat mengubah wajah ekonomi masyarakat nelayan.
Kawasan yang selama ini identik dengan kemiskinan ditargetkan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan.
Perubahan tersebut akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menerjemahkan pembangunan fisik menjadi peningkatan pendapatan.
Target NTN 120 pada 2027 pun menjadi salah satu tolok ukur apakah perubahan orientasi pembangunan itu benar-benar dirasakan nelayan.
Pada akhirnya, pemerintah ingin memastikan laut tidak lagi hanya dipandang sebagai sumber daya yang dieksploitasi, tetapi sebagai ruang ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan mengangkat kesejahteraan masyarakat pesisir. (agr/dpi)
Load more