News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tempat Kerja Ditutup, Ratusan Karyawan Club de Arjuna Turun ke Jalan

Dalam unjuk rasa tersebut, para karyawan tampil kompak mengenakan seragam kerja kebanggaan mereka bermotif merah muda dan kuning.
Jumat, 18 September 2026 - 07:21 WIB
Tempat Kerja Ditutup, Ratusan Karyawan Club de Arjuna Turun ke Jalan
Sumber :
  • Ist

Jakarta, tvOnenews.com - Ratusan karyawan Club de Arjuna (PT Arjuna Prabadwipa Amarta) menggelar aksi unjuk rasa dan penyampaian pendapat secara damai di area depan gedung Arjuna Hyperbowling, Jalan Raya Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (17/9/2026). Aksi turun ke jalan ini merupakan bentuk solidaritas sekaligus jeritan hati para karyawan akibat penutupan tempat kerja mereka yang berujung pada hilangnya mata pencaharian ratusan kepala keluarga.

Dalam unjuk rasa tersebut, para karyawan tampil kompak mengenakan seragam kerja kebanggaan mereka bermotif merah muda dan kuning. Mereka juga membentangkan puluhan poster dan spanduk dengan warna dominan putih dan merah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui berbagai atribut aksi tersebut, para karyawan secara lantang menyuarakan kegelisahan dan keputusasaan mereka.

Sejumlah tulisan yang dibentangkan di antaranya, "Kami Perlu Makan, Jangan Tutup Tempat Kerja Kami", "Di Mana Keadilan Kalau Semua Orang Bisa Segel Tempat Kerja Kami?", "Tempat Kerja Kami Ditutup, Siapa yang Menampung Kami?", "Anak Kami Perlu Makan", "Anak Kami Perlu Sekolah", "Ke Mana Kami Harus Mengadu?", hingga "Kami Ini Korban." Dan berbagai tulisan lainnya.

Kegiatan penyampaian aspirasi ini berlangsung kondusif dan tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian setempat yang turut berjaga untuk mengamankan area gerbang utama fasilitas.

Aksi ini dipicu oleh penutupan atau penyegelan area operasional Club de Arjuna akibat adanya imbas dari permasalahan pendudukan lahan milik PT HD Arjuna oleh organisasi kemasyarakatan secara tidak legal. Konflik yang terjadi membuat para karyawan secara praktis tidak dapat bekerja dan kehilangan penghasilan untuk menghidupi keluarga mereka.

Menanggapi aksi solidaritas tersebut, manajemen PT Arjuna Prabadwipa Amarta turut angkat bicara dan menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Pihak perusahaan memaklumi aksi penyampaian pendapat ini sebagai bentuk murni suara hati para pekerja yang menjadi korban langsung dari situasi sengketa yang terjadi.

Irwan Hadianto, selaku General Manager PT Arjuna Prabadwipa Amarta, menyampaikan empatinya serta menegaskan harapan perusahaan agar krisis yang berdampak pada nasib ratusan karyawan ini dapat segera terselesaikan.

"Kami membenarkan bahwa pada hari ini telah berlangsung aksi massa yang dilakukan secara damai di area Club de Arjuna untuk menyuarakan aspirasi dan kegelisahan karyawan. Kami dari pihak manajemen sangat memahami beban berat yang kini dipikul oleh mereka beserta keluarganya. Saat ini, kami terus berupaya maksimal dan berdoa agar proses hukum yang sedang bergulir terkait Club de Arjuna dapat berjalan dengan cepat dan menghasilkan keputusan yang baik. Harapan dan tujuan utama kami satu, yaitu agar tempat ini bisa beroperasi kembali sehingga karyawan-karyawan kami dapat segera bekerja lagi," jelas Irwan.

Melalui aksi damai ini, para karyawan dan pihak manajemen memiliki satu harapan yang selaras. Mereka menegaskan bahwa niat utama para pekerja hanyalah mencari nafkah yang halal demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Seluruh pihak berharap persoalan ini tidak berlarut-larut dalam ketidakpastian yang semakin mencekik roda ekonomi keluarga para pekerja. Bagi para karyawan, tempat kerja bukan sekadar gedung atau tempat menjalankan aktivitas, melainkan sumber penghidupan bagi mereka dan keluarga yang berada di belakangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

ChatGPT vs Claude: Mana yang Terbaik untuk Editing Penulisan?

ChatGPT vs Claude: Mana yang Terbaik untuk Editing Penulisan?

Untuk membantu proses editing penulisan, lebih bagus yang mana antara kedua platform AI ChatGPT atau Claude? Berikut penjabaran selengkapnya pada artikel ini.
Viral Wisatawan Asal Korea Selatan Hilang di Gili Trawangan Lombok, Ada Imbalan Rp50 Juta bagi yang Menemukan

Viral Wisatawan Asal Korea Selatan Hilang di Gili Trawangan Lombok, Ada Imbalan Rp50 Juta bagi yang Menemukan

Berdasarkan perincian data pada poster pencarian, perkiraan waktu hilangnya Cheon Yuri terjadi terjadi pada rentang waktu antara pukul 12.30 hingga 14.00 WITA.
Gara-gara Satu Kabel Bermasalah, Ford Tarik 30 Ribu Lebih Unit Truk F-Series di Amerika

Gara-gara Satu Kabel Bermasalah, Ford Tarik 30 Ribu Lebih Unit Truk F-Series di Amerika

Ford kembali melakukan penarikan kendaraan atau recall dalam jumlah besar. Kali ini, sebanyak 30.123 unit truk F-Series terdampak masalah pada kabel pintu.
BREAKING
NEWS
Reaksi Komisi III DPR RI soal Penetapan Tiga Tersangka Dugaan Penyandapan Presiden

Reaksi Komisi III DPR RI soal Penetapan Tiga Tersangka Dugaan Penyandapan Presiden

Polri menetapkan tiga jenderal aktifnya sebagai tersangka kasus penyadapan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto. Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman turut ..
BREAKING
NEWS
Tiga Orang Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Irwasum Polri: Murni Oknum, Bukan Kebijakan Polri

Tiga Orang Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Irwasum Polri: Murni Oknum, Bukan Kebijakan Polri

Tiga orang berinisial LSP, ASN, dan EH ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dalam kasus dugaan penyadapan secara ilegal dan penghapusan data elektronik serta illegal access terhadap Presiden RI, Prabowo Subianto. 
Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Arus peti kemas PT Pelindo Terminal Peti kemas Januari-September 2026 mencapai 10,31 juta TEUs, atau tumbuh 5,80% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral