Teknologi Makin Canggih, Begini Masa Depan Penanganan Penyakit Otak dan Saraf
- Pixabay/Monoar_CGI_Artist
Jakarta, tvOnenews.com - Perkembangan teknologi medis membawa perubahan dalam penanganan berbagai penyakit otak dan saraf. Artificial intelligence (AI), advanced imaging, precision medicine, neuromodulasi hingga teknologi bedah kini semakin terintegrasi dalam layanan neuroscience.
Kemajuan tersebut membuka peluang bagi diagnosis dan tata laksana penyakit neurologis yang semakin tepat, aman dan terarah. Namun, pemanfaatan teknologi tidak berdiri sendiri. Keahlian tenaga medis, pendekatan multidisiplin, pendidikan, penelitian serta kolaborasi menjadi bagian penting agar inovasi dapat memberikan manfaat langsung bagi pasien.
Kebutuhan terhadap layanan otak dan saraf juga semakin relevan di Indonesia. Berdasarkan data yang dikutip dalam materi Kementerian Kesehatan, stroke menjadi salah satu persoalan kesehatan serius dengan sekitar 337.000 kematian tercatat setiap tahunnya.
Dalam penanganan stroke, misalnya, kecepatan dan ketepatan diagnosis, koordinasi antartenaga kesehatan serta penerapan protokol klinis menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas layanan.
Perkembangan teknologi kemudian memungkinkan fasilitas kesehatan memperkuat kemampuan tersebut, termasuk melalui pencitraan medis tingkat lanjut dan berbagai teknologi intervensi.
30 Tahun Siloam Kembangkan Layanan Neuroscience
![]()
Salah satu institusi yang mengembangkan kapabilitas neuroscience adalah Siloam Hospitals Lippo Village. Perjalanan tersebut dimulai sejak 1996 melalui pembentukan Neuroscience Centre.
Selama tiga dekade, pengembangan layanan dilakukan melalui penguatan keahlian klinis, layanan subspesialisasi, teknologi medis, pendidikan, penelitian dan kolaborasi multidisiplin.
Perjalanan tersebut turut dirintis Prof. Dr. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono, Sp.BS (K), PhD. Ia juga tercatat melakukan prosedur bedah pada area batang otak atau brain stem surgery pertama di Asia Tenggara.
Saat ini, Siloam Hospitals Lippo Village menyebut telah menangani lebih dari 20.000 kasus neuroscience kompleks. Kapabilitas tersebut didukung oleh 16 dokter spesialis saraf dan 10 dokter spesialis bedah saraf yang bekerja dalam pendekatan multidisiplin.
Layanan neurologi dan bedah saraf yang tersedia mencakup sejumlah bidang, mulai dari stroke, neurovaskular, movement disorder, epilepsi, pain management, neuro-onkologi, neurorestorasi hingga berbagai kondisi neurologis lainnya.
Di bidang bedah saraf, penanganan mencakup prosedur kompleks seperti awake brain surgery, microsurgery tumor removal, brain endoscopy, endovascular atau neurointervention, hingga teknologi neuromodulasi.
Load more