Pegawai SPPG Bantul Dipecat Usai Ejek Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG
- Istimewa
Menurut Gagat, perhatian masyarakat terhadap pelaksanaan Program MBG saat ini semakin besar. Karena itu, seluruh SPPG diminta menunjukkan kinerja yang baik, mulai dari kedisiplinan hingga keamanan pangan.
Selain itu, kualitas makanan, pelayanan kepada penerima manfaat, serta komunikasi juga menjadi hal yang harus diperhatikan oleh seluruh jajaran.
"Kami mengarahkan seluruh jajaran untuk fokus bekerja. Tingkatkan kualitas pelayanan, pastikan keamanan pangan, laksanakan SOP, perkuat pengawasan, dan berikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat," kata Gagat.
Ia menambahkan bahwa besarnya perhatian masyarakat terhadap Program MBG harus dijawab dengan peningkatan kinerja dari seluruh pihak yang terlibat.
Pegawai SPPG Diduga Ejek Siswi Korban Dugaan Keracunan
Sebelumnya, seorang pegawai SPPG di Kabupaten Bantul, DIY, diduga mengolok-olok siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang mengalami hilang ingatan setelah diduga mengalami keracunan MBG.
Dalam video yang beredar, pegawai tersebut terlihat meledek siswi ketika mencicipi menu ayam katsu. Dalam video itu disebutkan bahwa makanan tersebut dimasak sehari sebelum pengambilan gambar.
Peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Gibran mengecam tindakan yang dilakukan Gerardus.
"Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan," kata Gibran melalui unggahan resmi Instagram @gibran_rakabuming, Minggu (20/9).
Dalam unggahan tersebut, Gibran turut menampilkan video aksi Gerardus yang memakan ayam katsu sebagaimana video yang beredar. Video tersebut disandingkan dengan rekaman ketika Gibran mengunjungi korban keracunan MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Dua Siswi Karo Disebut Sudah Pulang
Gibran juga menyampaikan kondisi Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga, dua siswi asal Kabupaten Karo yang sebelumnya mengalami hilang ingatan dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Menurut Gibran, keduanya kini telah kembali ke rumah masing-masing di Kabupaten Karo.
"Saat ini Agnesia dan Febiona telah kembali ke rumah masing-masing di Kab. Karo dan akan masuk sekolah kembali," ujar Gibran.
Load more