Wajah Tak Lagi Dikenali, Ini Kendala Identifikasi Jenazah ABK Kapal yang Bawa 5 Jurnalis
- Antara
"Dari antemortem keluarga korban yang ada, kita ambil sampelnya, dicocokkan dengan jenazah yang ditemukan. Maka dari hasil pemeriksaan DNA tersebut, dinyatakan identik dengan Bapak Surahman dan ayah biologis dari Tuan Niyayat," ujar Hengki.
Dengan hasil tersebut, polisi memastikan jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano merupakan Surakman atau Sukarman, salah satu dari tiga kru kapal yang berada dalam rombongan tersebut.
Keluarga kenali atribut pakaian korban
Selain pemeriksaan DNA, keluarga juga mengenali sejumlah atribut yang melekat pada jenazah.
Salah satunya adalah celana pendek berwarna hitam yang dikenakan korban ketika berangkat untuk mengantarkan rombongan jurnalis menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Atribut tersebut menjadi salah satu informasi pendukung dalam proses identifikasi. Namun, kepastian identitas tetap diperoleh melalui pemeriksaan DNA yang dilakukan oleh laboratorium kepolisian.
Polda Banten juga berkoordinasi dengan keluarga korban selama proses identifikasi. Putra korban bahkan dihadirkan untuk mendampingi proses penyerahan jenazah.
"Pihak kepolisian telah berkoordinasi secara intensif dengan keluarga korban. Putra korban dihadirkan langsung oleh Kapolres untuk mendampingi proses penyerahan jenazah," kata Hengki.
Pencarian korban lainnya tetap dilakukan
Setelah Surakman berhasil diidentifikasi, masih terdapat tujuh orang lainnya yang belum ditemukan.
Polda Banten menyatakan tim terpadu tetap siaga untuk melakukan pencarian dan penanganan lanjutan terhadap korban lainnya.
Hengki juga mengimbau nelayan serta pengguna transportasi laut untuk memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan operasi pencarian.
"Polda Banten menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para nelayan yang telah membantu memberikan informasi terkait penemuan jenazah," ujarnya.
Sebelumnya, operasi SAR gabungan telah dilakukan selama 10 hari. Sebanyak 523 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir wilayah pulau dan perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau, mencakup wilayah Banten, Lampung, hingga Bengkulu.
Delapan orang menjadi sasaran pencarian setelah dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Mereka terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Load more