Pencarian 5 Jurnalis dan ABK Kapal Belum Berhenti, SAR Perluas Pemantauan hingga Enggano
- Antara
"Dan itu sudah dimakamkan. Dan waktu itu dari data-data, mulai pakaian, semuanya, sudah ditunjukkan ke keluarganya. Dari keluarga korban nggak ada satu pun yang mengakui. Tapi pada saat diambil tes DNA, baru cocok," kata Syafii.
Kepastian identitas kemudian diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan DNA terhadap jenazah tersebut.
Identitas Surakman Dipastikan Lewat Tes DNA
Hasil pemeriksaan DNA menunjukkan adanya kecocokan antara jenazah yang ditemukan di Enggano dengan DNA anak Surakman, Yayat.
Proses identifikasi membutuhkan waktu sekitar 10 hari. Pemeriksaan DNA tersebut kemudian dinyatakan selesai pada 22 September 2026.
Dengan hasil tersebut, jenazah yang sebelumnya ditemukan di wilayah Enggano dipastikan merupakan Surakman, salah satu kru kapal yang membawa rombongan jurnalis.
Penemuan dan identifikasi Surakman menjadi bagian dari perkembangan pencarian terhadap rombongan yang sebelumnya dilaporkan hilang ketika melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Delapan Orang Hilang Saat Menuju Gunung Anak Krakatau
Sebelumnya, delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal dilaporkan hilang saat hendak menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.
Rombongan tersebut berada dalam satu kapal sebelum kemudian dinyatakan hilang di tengah perjalanan. Upaya pencarian dan pertolongan dilakukan oleh tim SAR untuk menemukan seluruh orang yang berada dalam kapal tersebut.
Pada Sabtu, 12 September 2026, ditemukan sebuah jasad di wilayah Enggano. Penemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan proses identifikasi untuk mengetahui apakah jenazah berkaitan dengan rombongan kapal yang hilang.
Proses identifikasi tidak langsung mendapatkan kepastian dari pemeriksaan awal. Keluarga korban juga tidak mengenali jenazah berdasarkan sejumlah data awal, termasuk pakaian yang dikenakan.
Pemeriksaan DNA kemudian dilakukan untuk memastikan identitas korban. Setelah proses pemeriksaan berlangsung sekitar 10 hari, hasilnya menunjukkan kecocokan dengan DNA anak Surakman.
Hasil pemeriksaan DNA tersebut dinyatakan selesai pada 22 September 2026 dan memastikan jenazah yang ditemukan di Enggano merupakan Surakman.
Sementara itu, pencarian terhadap lima jurnalis dan dua kru kapal lainnya yang masih hilang tetap dilakukan. Basarnas mengalihkan pencarian ke pola operasi rutin, dengan pemantauan yang juga mencakup wilayah perairan sekitar Pulau Enggano.
Load more