Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Badan Geologi Ungkap Jarak dan Bahayanya
- Antara
Badan Geologi mencatat adanya perubahan pada tubuh Gunung Anak Krakatau setelah erupsi menerus tersebut.
Lana mengatakan, aktivitas erupsi menerus membuat tubuh gunung mengalami perluasan. Berdasarkan analisis citra satelit Sentinel pada 15 September 2026, perluasan tubuh Anak Krakatau tercatat mencapai 32,8 hektare.
"Erupsi menerus itu yang membuat tubuh gunung meluas. Dari analisis citra Satelit Sentinel tanggal 15 September, kami mencatat perluasan sebesar 32,8 hektare," ujarnya.
Setelah aktivitas vulkanik menunjukkan gejala mereda pasca-erupsi menerus, Badan Geologi kemudian menurunkan status Gunung Anak Krakatau.
Status gunung diturunkan dari Level III atau Siaga menjadi Level II atau Waspada pada 21 September 2026 pukul 18.30 WIB.
Namun, sehari setelah penurunan status tersebut, laporan mengenai kemunculan dua pulau baru di sekitar Anak Krakatau diterima Badan Geologi.
Dua Pulau Baru Belum Dipastikan sebagai Pusat Erupsi
Meski kedua pulau baru tersebut telah terlihat melalui pemotretan lapangan maupun citra satelit Sentinel, Badan Geologi belum memastikan apakah keduanya merupakan pusat erupsi baru.
Lana mengatakan diperlukan data, analisis, dan kajian lebih lanjut untuk memastikan keterkaitan kedua pulau dengan pusat aktivitas erupsi.
Dengan demikian, kemunculan dua daratan baru tersebut untuk sementara diinterpretasikan berkaitan dengan aktivitas erupsi menerus Anak Krakatau. Kajian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui karakteristik serta proses pembentukan keduanya.
Radius Larangan Diperketat
Badan Geologi mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk tidak memasuki kawasan berbahaya di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Meskipun status gunung telah turun menjadi Level II atau Waspada, terdapat sejumlah batas jarak yang tetap harus dipatuhi.
-
Masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki radius 2 kilometer dari pusat erupsi Anak Krakatau.
-
Masyarakat dan wisatawan juga dilarang memasuki radius 1 kilometer dari dua pulau baru yang muncul di sektor barat laut dan tenggara.
Pembatasan tersebut diberlakukan seiring masih adanya potensi bahaya dari aktivitas vulkanik Anak Krakatau.
Lana juga mengingatkan masyarakat mengenai kemungkinan lontaran batu pijar dan hujan abu lebat. Selain itu, terdapat potensi erupsi sekunder yang dapat terjadi akibat kontak antara lava panas dan air laut.
Load more