Bukan Cuma Main Game, Esports Kini Jadi Senjata Strategis Negara: Begini Penjelasan Bakom RI
- Gambar ilustrasi AI
tvOnenews.com – Industri esports Indonesia resmi memasuki babak baru. Olahraga digital yang dahulu sering dipandang sebelah mata kini berhaluan penuh menjadi bagian dari prestasi, instrumen diplomasi, kekuatan ekonomi digital, hingga strategi geopolitik negara.
Deputi Bakom RI Ulta Levenia menegaskan bahwa publik sudah tidak lagi tepat memandang esports sekadar aktivitas bermain gim hiburan semata.
Menurut Ulta, peta persaingan esports global saat ini telah bergeser menjadi arena perlombaan pengaruh antarnegara, layaknya pertarungan papan catur antara Bobby Fischer kontra Boris Spassky di era Perang Dingin 1972.
“Kalau papan catur saja bisa jadi medan geopolitik, sekarang pikirkan esports. Ditonton ratusan juta orang, industri bernilai triliunan. Negara-negara besar membangun tim nasionalnya seperti membangun armada,” ungkap Ulta di Jakarta, Minggu (27/9/2026).
- Istimewa
Misi Pasukan Merah-Putih di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Pernyataan ini bertepatan dengan keberangkatan Timnas Esports Indonesia menuju ajang bertaraf internasional Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Kontingen Indonesia siap turun bertanding di delapan nomor dengan target mentereng: satu emas, tiga perak, dan empat perunggu.
Ulta menekankan bahwa para atlet yang bertolak ke Jepang bukanlah sekadar gamer, melainkan duta bangsa dan garda terdepan negara di era digital.
"Merek bukan sekadar gamers. Mereka atlet, mereka duta, mereka pasukan terdepan Indonesia di arena persaingan zaman ini. Selamat bertanding, main dengan tenang, menang dengan terang. Kasih ulti dengan bukti," tegas Ulta.
Babak Baru PB ESI di Bawah Jenderal Herindra
- Istimewa
Dimensi strategis esports nasional semakin menguat seiring dikukuhkannya Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) periode 2026-2030 pada 15 September 2026.
Menanggapi sorotan publik terkait latar belakang Herindra, Ulta menilai posisi puncak federasi merupakan ranah tata kelola (governance) serta perumusan skema pembinaan jangka panjang.
"Masuknya Jenderal Herindra ke dalam puncak pimpinan esports Indonesia menunjukkan bahwa esports bukan lagi sekadar gaming, tapi juga sebagai instrumen strategi negara, soft power, diplomasi, hingga ekonomi digital," pungkasnya.
Load more