Profil dan Harta Kekayaan Wisnu Hani Putranto, Kalapas Cibinong yang Dinonaktifkan
- Ombudsman
Dari lima aset tersebut, properti dengan nilai tertinggi berada di Jakarta Selatan, yakni tanah dan bangunan senilai Rp1,02 miliar.
Punya Dua Kendaraan Senilai Rp380 Juta
Selain aset properti, Wisnu melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin dengan total nilai Rp380 juta.
Aset kendaraan yang tercatat dalam LHKPN tersebut terdiri dari:
-
Jeep SUV tahun 1995 senilai Rp30 juta.
-
Toyota Hilux tahun 2023 senilai Rp350 juta.
Selain kendaraan, Wisnu juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp25 juta.
Sementara itu, kas dan setara kas yang dilaporkan mencapai Rp55,13 juta.
Dalam LHKPN tersebut, Wisnu tidak tercatat memiliki surat berharga maupun harta lainnya.
Ia juga tercatat tidak memiliki utang.
Fasilitas Mewah di Belakang Lapas Cibinong
Harta kekayaan Wisnu menjadi perhatian bersamaan dengan temuan Ombudsman mengenai fasilitas di area belakang Lapas Kelas IIA Cibinong.
Ombudsman menemukan lebih dari 10 kamar atau bangunan terpisah yang memiliki fasilitas yang disebut memiliki standar seperti apartemen.
Temuan itu terungkap saat Ombudsman melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu (23/9/2026).
Bangunan-bangunan tersebut berada di kawasan belakang lapas dan terpisah dari blok hunian warga binaan pada umumnya.
Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin mengatakan tim menemukan lebih dari 10 kamar yang tersebar di sejumlah bagian kawasan tersebut.
Sejumlah ruangan yang diperiksa memiliki fasilitas rumah tangga yang cukup lengkap, mulai dari ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, tempat tidur hingga perlengkapan memasak.
Ombudsman juga menemukan fasilitas pendingin udara atau AC di sejumlah ruangan.
“Bagus, bagus sekali. Standar apartemen. Artinya walaupun kecil-kecil, kelengkapannya semua ada. Kelengkapan alat rumah tangga semua ada,” ujar Fikri di Cibinong, Rabu (23/9/2026).
Menurut Fikri, keberadaan bangunan tersebut diketahui setelah tim Ombudsman berupaya mengakses area belakang Lapas Cibinong.
Pemeriksaan Masih Berlangsung
Ombudsman menyebut terdapat bangunan yang disebut sebagai penginapan atau rumah singgah. Sejumlah orang yang diduga merupakan warga binaan juga ditemukan berada di kawasan tersebut dan sempat dimintai keterangan oleh tim.
Meski demikian, Ombudsman belum memastikan identitas seluruh orang yang berada di fasilitas tersebut maupun status penggunaan masing-masing bangunan. Temuan itu masih dalam proses pendalaman.
Load more