Stok Oseltamivir Dikeluhkan Kosong, Kemenkes Minta Warga Tak Panic Buying
- Antara
Kemenkes Percepat Distribusi Oseltamivir
Di tengah keluhan mengenai ketersediaan obat, Kemenkes memastikan terus mengupayakan distribusi oseltamivir bagi pasien yang membutuhkan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempercepat proses importasi dan distribusi obat tersebut.
Rizka mengatakan oseltamivir telah didistribusikan ke sekitar 196 rumah sakit. Distribusi selanjutnya akan dilakukan berdasarkan kebutuhan yang disampaikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan.
"Saat ini sudah dilakukan distribusi ke sekitar 196 rumah sakit dan akan terus dilakukan distribusi berdasarkan kebutuhan yang masuk kepada kami," jelasnya.
Selain mempercepat distribusi, Kemenkes juga telah melakukan perencanaan pengadaan oseltamivir dengan mempertimbangkan data surveilans influenza.
Pemerintah berkoordinasi dengan rumah sakit pemerintah maupun swasta untuk memperkirakan kebutuhan obat antivirus tersebut.
Pengadaan dari Produksi Dalam Negeri dan Impor
Pengadaan oseltamivir dilakukan melalui berbagai sumber, termasuk produksi dalam negeri dan importasi melalui jalur khusus.
Langkah tersebut dilakukan karena produksi dalam negeri belum dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan sehingga diperlukan dukungan dari sumber lainnya.
Kemenkes juga terus memantau distribusi oseltamivir agar obat tersebut tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan pasien.
Jangan Beli Oseltamivir Tanpa Resep
Rizka mengimbau masyarakat tidak membeli atau menyimpan oseltamivir tanpa resep dokter dan kebutuhan medis yang telah ditentukan oleh tenaga kesehatan.
Masyarakat juga diminta tidak menggunakan obat milik orang lain, menggandakan dosis, maupun menghentikan atau melanjutkan terapi tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Penggunaan oseltamivir yang tidak sesuai dengan indikasi medis dalam jangka panjang juga memiliki risiko. Menurut Kemenkes, kondisi tersebut dapat menyebabkan virus influenza menjadi kurang sensitif terhadap antivirus atau mengalami resistensi.
Karena itu, masyarakat diminta mendapatkan informasi mengenai influenza dan penggunaan obat dari sumber resmi, seperti Kemenkes, dinas kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas.
"Masyarakat bukan membeli obat sebanyak-banyaknya, melainkan mengenali gejala, mengetahui tanda bahaya, dan mencari pertolongan pada waktu yang tepat," kata Rizka.
Masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala berat, kondisi memburuk, atau gejala muncul pada kelompok yang memiliki risiko komplikasi.
Load more