Dokter Ungkap Penyebab Tewasnya Sutrimo dari Hasil Ekshumasi: Akibat Penyakit Jantung Iskemik
- tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Tim Ekshumasi, Ahmad Yudianto mengungkap penyebab kematian Karumga Eks Jampidsus, Febrie Adriansyah, yakni Sutrimo, yang ditemukan tewas di depan Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berdasarkan hasil ekshumasi.
Dokter Ahmad Yudianto menerangkan, almarhum Sutrimo meninggal dunia akibat penyakit jantung iskemik.
“Jadi berdasarkan dari temuan serta fakta-fakta dalam proses pemeriksaan ekshumasi dan autopsi, jadi bahwasanya meninggalnya Almarhum Sutrimo ini karena penyakit jantung iskemik,” kata Ahmad, saat konferensi pers, di Polda Metro Jaya, Rabu (30/9).
Sementara itu, Ahmad menjelaskan bahwa busa yang keluar dari mulut korban saat ditemuka tewas itu diakibatkan dari endema paru akut.
“Busa yang keluar dari korban, ini diakibatkan karena menyebutkannya edema paru akut, itu bisa disebabkan adanya cairan pada paru-patu serta lendir dan mengakibatkan karena sulit saluran nafas itu tidak lancar, sehingga seperti dikocok sehingga keluar busa warna putih,” jelas Ahmad.
Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan, penyebab kematian Sutrimo yang diakibatkan karena penyakit jantung iskemik ini diperkuat dari hasil pemeriksaan toksikologi dari organ Sutrumo.
“Temuan penting lainnya adalah adanya faktor risiko dan perubahan patologis pada sistem kardiovaskular, antara lain adanya tanda Frank's sign, yaitu lekukan pada cuping telinga kanan dan kiri; lemak abdomen yang tebal; dinding arteri koroner yang keras dan menebal; serta ditunjang dengan pemeriksaan dari histopatologi di mana menunjukkan adanya penyempitan lumen arteri, pembuluh arteria itu sampai mencapai sekitar 75 persen,” jelas Ahmad.
Kemudian, berdasarkan dari hasil pemeriksaan tersebut secara keseluruhan, baik pemeriksaan luar, dalam, serta pemeriksaan penunjang, maka disimpulkan bahwa penyakit jantung iskemik tidak dapat disingkirkan sebagai penyebab kematian.
“Kafein yang ditemukan dalam tubuh dinilai dapat berperan sebagai faktor pencetus yang memperberat kondisi penyakit tersebut. Dengan demikian, hasil pemeriksaan forensik perlu dipahami secara terintegrasi dengan mempertimbangkan temuan pemeriksaan jenazah, pemeriksaan toksikologi, kondisi patologis, serta informasi medis dan investigasi lainnya. Temuan individual tidak dapat digunakan secara terpisah untuk menentukan penyebab kematian maupun cara kematian,” jelas Ahmad.
Load more