Ratusan Karya dari Berbagai Daerah Ikut Kompetisi, Kopi Lokal Masuk Ruang Promosi Digital
- tim tvOne
Surabaya, tvOnenews.com – Upaya mengenalkan kopi lokal kini ikut memanfaatkan media sosial untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Hal itu terlihat dari kompetisi video bertajuk “Bondowoso Republik Kopi” yang hingga 1 Oktober 2026 telah menerima ratusan karya dari peserta berbagai daerah.
Peserta kompetisi tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga sejumlah wilayah lain seperti Bogor, Bandung, Yogyakarta, Medan, Asahan, Bengkalis, hingga Denpasar.
Kompetisi tersebut digelar melalui kolaborasi PTPN I (Persero) Regional 5 bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Konten yang dibuat peserta tidak hanya mengangkat kopi sebagai produk, tetapi juga cerita dan potensi ekonomi yang berada di balik komoditas tersebut.
Sekretaris Perusahaan PTPN I (Persero) Regional 5, Reggy Irawan Setiyobudi, mengatakan media sosial dapat menjadi ruang untuk memperluas jangkauan cerita mengenai kopi.
“Kita ingin kopi Bondowoso tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga karena cerita di baliknya. Melalui media sosial, cerita tersebut bisa menjangkau masyarakat yang jauh lebih luas. Harapannya, konten-konten yang dibuat dapat ditonton ribuan bahkan jutaan orang dan ikut membuka peluang agar usaha kopi di Bondowoso berkembang semakin pesat,” ujar Reggy.
PTPN I Regional 5 turut mengelola sejumlah perkebunan kopi yang berada di kawasan tersebut, di antaranya Kebun Blawan, Java Coffee Estate, Kayumas, dan Pancur Angkrek.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, mengatakan pemanfaatan berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial, dapat membantu memperkenalkan potensi kopi kepada pasar yang lebih luas.
“Terima kasih atas kolaborasi PTPN I Regional 5 dalam menghadirkan kembali semangat Bondowoso Republik Kopi melalui Bondowoso Republik Kopi Reborn. Kami mendukung kegiatan ini untuk semakin memperkenalkan kopi Bondowoso di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Mulyadi.
Sementara itu, Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangestu, menilai konten digital dapat menjadi sarana untuk mengenalkan sisi ekonomi dari komoditas kopi kepada generasi muda.
“Kompetisi konten seperti ini menjadi langkah besar. Bukan hanya untuk mengingatkan bahwa Bondowoso memiliki mutiara hitam dari timur, yaitu kopi, tetapi juga memberikan edukasi bahwa kopi bukan sekadar komoditas, melainkan memiliki dampak ekonomi yang luas,” ujar Sinca.
Hingga 1 Oktober 2026, ratusan karya telah masuk dalam kompetisi tersebut. Peserta berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Timur hingga Sumatera, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Bali. (gol)
Load more