Wali Kota Bandung Buka Suara soal Kasus Dugaan Keracunan di Restoran Korea 88 Seoul Paskal, Singgung soal Pengelolaan Dapur
- Instagram/88seoul.id
Bandung, tvOnenews.com - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan buka suara soal kasus dugaan keracunan yang dikabarkan mencapai ratusan orang usai menyantap makanan di Restoran Korea 88 Seoul Paskal.
Farhan menyebut pihaknya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) sedang menyelidiki dugaan tersebut.
Verifikasi masih dilakukan terhadap laporan yang beredar setelah kasus ini viral di media sosial.
Menurut dia, data yang muncul di media sosial belum bisa dijadikan dasar untuk memastikan jumlah korban maupun penyebab dugaan keracunan.
- Cepi-tvOne
“Yang mengatakan bahwa sampai ratusan orang mengalami korban keracunan itu sedang kita selidiki,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).
Farhan mengatakan pemeriksaan sejumlah aspek telah dilakukan di lokasi mulai dari tempat penyimpanan bahan makanan basah dan kering, peralatan bersih dan kotor, hingga penyimpanan bahan pembersih kimia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Farhan, pihaknya menemukan sejumlah aspek yang perlu diperbaiki dalam pengelolaan dapur.
Dia menyebut area pencucian alat makan dinilai memiliki risiko kontaminasi terhadap bahan makanan akibat penggunaan sabun dan peralatan pencucian.
Temuan lainnya, yakni pengaturan sistem first in first out (FIFO) pada penyimpanan bahan makanan beku juga perlu diperjelas.
Selain itu, tempat penyimpanan makanan dingin perlu dilengkapi alat pengukur suhu.
Farhan mengatakan penyimpanan minyak jelantah juga dinilai belum tertutup dengan baik. Begitu juga dengan bahan kimia perlu ditempatkan dalam kontainer tertutup.
"Dinkes juga menemukan penjamah makanan belum menggunakan masker saat proses pengolahan makanan. Restoran tersebut juga disebut belum menyediakan bank sampel makanan dan kemasan belum dilengkapi keterangan batas waktu kadaluarsa," katanya.
Di samping itu, sejumlah aspek lainnya dinilai sudah baik. Salah satunya, yakni penggunaan tempat sampah dengan pedal kaki. Farhan juga menyebut kondisi general cleaning cukup baik. (cep/nsi)
Load more