Kedutaan Besar AS Lakukan Kunjungan ke Kantor tvOne, Diskusi Soal Tantangan Media
- Mumu Mujahidin/tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Kedutaan Besar Amerika Serikat (U.S. Embassy) mengunjungi kantor tvOne di Pulogadung, Jakarta Timur, pada Senin (19/10/2026).
Kunjungan tersebut diwakili oleh Office of the Spokesperson U.S. Embassy Jakarta, Jamie Ravetz, dan Regional Strategic Communication Officer U.S. Embassy Manila, Gurdit Singh. Keduanya didampingi oleh Broadcast Media Specialist U.S. Embassy Jakarta, Endang Wahyuni dan Tia Putri.
Kedatangan perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat tersebut disambut langsung oleh General Manager News tvOne, Wahyu Kustyanto, bersama jajaran redaksi tvOne.
Jamie mengaku senang dapat berkunjung ke kantor tvOne karena ada banyak hal yang dapat didiskusikan terkait media di Indonesia.
- Mumu Mujahidin/tvOnenews
"Kami datang hari ini untuk berbicara tentang bagaimana kami telah bekerja sama di masa lalu dan bagaimana kami bisa bekerja sama di masa depan," katanya.
Menurut Jamie, Kedutaan Besar Amerika Serikat sangat membutuhkan dukungan media di Indonesia.
"Kami sangat antusias mendengarkan segala sesuatu yang dilakukan oleh kalian (jurnalis) di sini (tvOne)," ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, Jamie melihat berbagai peluang kerja sama yang dapat dijajaki pada masa mendatang.
"Kami ingin mengetahui perbedaan media di negara kita dan Indonesia. Apa yang menarik untuk didiskusikan hari ini, dan mendengar tentang homeless media, dan kebangkitan media digital, serta bagaimana mereka beradaptasi," ungkapnya.
Jamie mengakui bahwa ada banyak tantangan dan perubahan yang terjadi di berbagai penjuru dunia, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Amerika Serikat.
"Ada banyak kesamaan yang cukup menarik, yang banyak saya pelajari hari ini," katanya.
Sementara itu, General Manager News tvOne, Wahyu Kustyanto, mengapresiasi kunjungan media yang dilakukan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat tersebut.
Wahyu berharap hubungan antara Kedutaan Besar Amerika Serikat dan tvOne dapat terjalin dengan baik pada masa mendatang.
"Kerja sama bisa dilakukan melalui diskusi terkait berbagai isu geopolitik yang sedang hangat di belahan dunia," pungkasnya. (muu)
Load more