Soal Pengentasan Kemiskinan, Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko: Pentingnya Aset untuk Kemandirian Keluarga Miskin
- Antara Foto
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa upaya mengurangi kemiskinan tidak cukup hanya dengan memastikan keluarga miskin dapat bertahan hidup.
Menurutnya, penyintas kemiskinan juga membutuhkan jalan keluar dari kemiskinan serta kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri.
Ia menjelaskan bahwa upaya mengentaskan kemiskinan tidak dapat dilakukan dengan menggunakan satu instrumen untuk semua keadaan.
Keluarga yang masih berada dalam kondisi miskin membutuhkan perlindungan, sementara mereka yang mulai mampu bangkit membutuhkan layanan dasar, pendidikan, dan kesempatan untuk membangun aset.
- Antara
Menurut Budiman, proses tersebut dapat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu miskin, graduasi, dan mandiri.
"Pada tahap pertama, keluarga membutuhkan bantalan agar tidak jatuh semakin dalam. Bantuan pangan, bantuan subsidi upah, dan berbagai kartu kesejahteraan ditempatkan sebagai instrumen untuk menjaga keluarga tetap mampu memenuhi kebutuhan dasarnya," katanya.
Namun, menurut Budiman, bantuan tersebut bukanlah tujuan akhir. Tahap berikutnya adalah graduasi.
Pada tahap ini, negara perlu memastikan bahwa keluarga memperoleh layanan dasar yang memungkinkan mereka meningkatkan kemampuan.
Oleh karena itu, program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, renovasi sekolah, serta peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan ditempatkan dalam kerangka tersebut.
"Pendidikan menjadi salah satu bagian penting karena kemiskinan dapat bertahan ketika seorang anak tidak memiliki kesempatan untuk memperoleh kemampuan yang lebih baik daripada generasi sebelumnya," katanya.
Budiman mencontohkan seorang anak dari keluarga miskin di Cibinong, Kabupaten Bogor. Sebelum bersekolah, anak tersebut menghabiskan hari-harinya dengan menggembalakan kambing milik orang lain. Kini, ia tinggal di Sekolah Rakyat dan memperoleh tempat tidur, makanan tiga kali sehari, serta pendidikan.
Akses terhadap sekolah, makanan, layanan kesehatan, dan infrastruktur dasar juga menentukan apakah seseorang memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas kehidupannya.
Dalam kerangka tersebut, Budiman menyebut bahwa setelah keluarga memperoleh perlindungan dan layanan dasar, tahap berikutnya adalah mandiri.
Pada tahap ini, keluarga membutuhkan aset yang dapat menjadi dasar kemandirian ekonomi. Budiman menyebut sisa hasil usaha dari koperasi desa, kapal dan cold storage di Kampung Nelayan, tanah melalui reforma agraria, serta rekening bank yang menjadi pintu masuk menuju kredit usaha.
Load more