News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Pengentasan Kemiskinan, Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko: Pentingnya Aset untuk Kemandirian Keluarga Miskin

Kepala BP Taskin Budiman Sujatmiko menjelaskan bahwa upaya mengentaskan kemiskinan tidak dapat dilakukan dengan menggunakan satu instrumen untuk semua keadaan.
Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:58 WIB
Resmi Dilantik, Budiman Sudjatmiko Berkomitmen untuk Entaskan Kemiskinan
Sumber :
  • Antara Foto

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa upaya mengurangi kemiskinan tidak cukup hanya dengan memastikan keluarga miskin dapat bertahan hidup.

Menurutnya, penyintas kemiskinan juga membutuhkan jalan keluar dari kemiskinan serta kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan bahwa upaya mengentaskan kemiskinan tidak dapat dilakukan dengan menggunakan satu instrumen untuk semua keadaan.

Keluarga yang masih berada dalam kondisi miskin membutuhkan perlindungan, sementara mereka yang mulai mampu bangkit membutuhkan layanan dasar, pendidikan, dan kesempatan untuk membangun aset.

Ilustrasi Kemiskinan Ekstrem
Ilustrasi Kemiskinan Ekstrem
Sumber :
  • Antara

Menurut Budiman, proses tersebut dapat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu miskin, graduasi, dan mandiri.

"Pada tahap pertama, keluarga membutuhkan bantalan agar tidak jatuh semakin dalam. Bantuan pangan, bantuan subsidi upah, dan berbagai kartu kesejahteraan ditempatkan sebagai instrumen untuk menjaga keluarga tetap mampu memenuhi kebutuhan dasarnya," katanya.

Namun, menurut Budiman, bantuan tersebut bukanlah tujuan akhir. Tahap berikutnya adalah graduasi.

Pada tahap ini, negara perlu memastikan bahwa keluarga memperoleh layanan dasar yang memungkinkan mereka meningkatkan kemampuan.

Oleh karena itu, program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, renovasi sekolah, serta peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan ditempatkan dalam kerangka tersebut.

"Pendidikan menjadi salah satu bagian penting karena kemiskinan dapat bertahan ketika seorang anak tidak memiliki kesempatan untuk memperoleh kemampuan yang lebih baik daripada generasi sebelumnya," katanya.

Budiman mencontohkan seorang anak dari keluarga miskin di Cibinong, Kabupaten Bogor. Sebelum bersekolah, anak tersebut menghabiskan hari-harinya dengan menggembalakan kambing milik orang lain. Kini, ia tinggal di Sekolah Rakyat dan memperoleh tempat tidur, makanan tiga kali sehari, serta pendidikan.

Akses terhadap sekolah, makanan, layanan kesehatan, dan infrastruktur dasar juga menentukan apakah seseorang memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas kehidupannya.

Dalam kerangka tersebut, Budiman menyebut bahwa setelah keluarga memperoleh perlindungan dan layanan dasar, tahap berikutnya adalah mandiri.

Pada tahap ini, keluarga membutuhkan aset yang dapat menjadi dasar kemandirian ekonomi. Budiman menyebut sisa hasil usaha dari koperasi desa, kapal dan cold storage di Kampung Nelayan, tanah melalui reforma agraria, serta rekening bank yang menjadi pintu masuk menuju kredit usaha.

Dengan demikian, bantuan sosial dipandang sebagai bagian dari perjalanan, bukan sebagai tempat seseorang berhenti.

Keluarga yang berada dalam kondisi miskin membutuhkan perlindungan. Mereka yang mulai bangkit membutuhkan layanan dan pendampingan, sementara mereka yang telah memiliki kemampuan membutuhkan aset dan akses ekonomi agar dapat berdiri sendiri.

Budiman menyebut pendekatan tersebut sebagai rangkaian PDU, LDU, dan ADU. Pendapatan Dasar Universal berfungsi sebagai bantalan bagi keluarga miskin. Layanan Dasar Universal menjadi fondasi bagi proses graduasi, sementara Aset Dasar Universal menjadi "tangga" menuju kemandirian.

Kerangka tersebut juga mengubah cara mengukur keberhasilan program pengentasan kemiskinan. Menurut Budiman, keberhasilan tidak seharusnya hanya dilihat dari jumlah orang yang menerima bantuan.

Ukuran yang lebih penting adalah jumlah keluarga yang akhirnya keluar dari daftar penerima bantuan karena sudah tidak lagi membutuhkannya.

“Ukuran keberhasilan kami bukan berapa banyak orang yang menerima bantuan, melainkan berapa banyak keluarga yang keluar dari daftar penerima bantuan karena mereka sudah tidak membutuhkannya lagi,” ujar Budiman.

Artinya, tujuan akhir kebijakan bukanlah memperbesar jumlah penerima program, melainkan mengurangi ketergantungan terhadap program tersebut.

Budiman mengakui bahwa pelaksanaan program pemerintah belum sempurna. Ia menyebut masih terdapat persoalan pada sejumlah dapur Makan Bergizi Gratis serta kesalahan dalam penargetan penerima bantuan.

Karena itu, menurutnya, data tunggal, pengawasan, dan keterbukaan diperlukan agar program dapat menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Pada akhirnya, pendidikan, layanan dasar, dan aset ditempatkan dalam satu rangkaian yang sama, yaitu memutus kemungkinan kemiskinan diwariskan dari orang tua kepada anak.

Seorang anak dari keluarga miskin tidak cukup hanya diselamatkan dari kelaparan hari ini. Ia juga harus memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan kemampuan, dan kelak memiliki sumber daya ekonomi sendiri.

Bagi Budiman, keberhasilan pengentasan kemiskinan bukan sekadar membuat keluarga mampu bertahan. Tujuannya adalah membuat mereka mampu melangkah.

Dari bantuan menuju kemampuan. Dari kemampuan menuju aset. Dan dari aset menuju kehidupan yang tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah. (muu)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bagaimana Nasib Empat Anak yang Ibunya Meninggal di Atas Motor di Ponorogo, Jawa Timur?

Bagaimana Nasib Empat Anak yang Ibunya Meninggal di Atas Motor di Ponorogo, Jawa Timur?

Tak hanya kepergian sang ibu yang menjadi sorotan netizen di media sosial. Namun, kini, nasib keempat anak yang ditinggalkan tersebut pun menjadi tanda tanya.
Rekap Hasil Super League Hari Ini, Selasa (20/10/2026): Dewa United Kudeta Persija di Puncak, Bhayangkara FC Taklukkan PSIM

Rekap Hasil Super League Hari Ini, Selasa (20/10/2026): Dewa United Kudeta Persija di Puncak, Bhayangkara FC Taklukkan PSIM

Hasil pekan keenam Super League 2026/2027, Selasa (20/10/2026), hadirkan persaingan papan atas yang panas setelah Dewa United meraih kemenangan atas Persijap.
Peminat Membludak, Berapa Unit iPhone Duo yang Bisa Dibeli Satu Pelanggan? Ini Aturan Apple

Peminat Membludak, Berapa Unit iPhone Duo yang Bisa Dibeli Satu Pelanggan? Ini Aturan Apple

Permintaan tinggi, Apple memberlakukan pembatasan pembelian iPhone Duo maksimal dua unit untuk setiap pelanggan. Cek harganya disini.
Debut di Asian Para Games 2026, Barce Layaba Berhasil Persembahkan Medali Perunggu untuk Indonesia

Debut di Asian Para Games 2026, Barce Layaba Berhasil Persembahkan Medali Perunggu untuk Indonesia

Indonesia kembali menambah pundi-pundi medali perunggu di gelaran Asian Para Games 2026 lewat Barce Layaba dari cabor tenis meja.
Polda Jabar Buka Suara Soal Kasus Dokter Diduga Cabuli Anak Kandung 3,6 Tahun di Bandung

Polda Jabar Buka Suara Soal Kasus Dokter Diduga Cabuli Anak Kandung 3,6 Tahun di Bandung

Rumi mengatakan bahwa anggotanya sudah menerima laporan dari ibu korban dan saat ini sudah dilakukan lidik dan sedang dalam pengejaran terhadap sang palaku.
Ten Hag Akhirnya Bongkar Borok Ronaldo Selama di MU, Tidak Jaga Kondisi Fisik hingga Hasut Rekannya untuk Malas-malasan Latihan

Ten Hag Akhirnya Bongkar Borok Ronaldo Selama di MU, Tidak Jaga Kondisi Fisik hingga Hasut Rekannya untuk Malas-malasan Latihan

Erik ten Hag kembali mengungkit konfliknya dengan Cristiano Ronaldo di Manchester United, menyoroti masalah latihan dan sikap CR7 yang dinilainya mengecewakan.

Trending

Polemik Sewa Apartemen Harian di Bekasi: Manajemen Grand Kamala Lagoon Tegaskan Patuh Aturan Pemkot

Polemik Sewa Apartemen Harian di Bekasi: Manajemen Grand Kamala Lagoon Tegaskan Patuh Aturan Pemkot

Polemik mengenai praktik penyewaan apartemen dengan durasi harian hingga hitungan jam di Grand Kamala Lagoon, Bekasi, memicu respons tegas dari pihak pengelola. 
Polisi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas saat Aksi Demo Hari Ini, Berikut Rute Alternatifnya

Polisi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas saat Aksi Demo Hari Ini, Berikut Rute Alternatifnya

Kepolisian rilis rute alternatif yang bisa digunakan pengguna jalan untuk hindari kepadatan buntut aksi penyampaian pendapat pada hari ini, Selasa (20/10/2026).
Dendam Kesumat di Balik Penembakan Bharatu Valdo di Tangsel: Pelaku Luapkan Amarah kepada Sosok yang Salah?

Dendam Kesumat di Balik Penembakan Bharatu Valdo di Tangsel: Pelaku Luapkan Amarah kepada Sosok yang Salah?

Kasus penembakan tragis yang menimpa Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai (Bharatu Valdo) di Markas Ditpoludara pada Jumat (16/10) menemui titik terang. 
Kemenham Resmikan Fasilitas Pelatihan Terpadu di Sumedang, Dorong Peningkatan Kualitas SDM di Bidang HAM

Kemenham Resmikan Fasilitas Pelatihan Terpadu di Sumedang, Dorong Peningkatan Kualitas SDM di Bidang HAM

Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) di bawah komando Menteri Natalius Pigai terus memacu penguatan kapasitas SDM di bidang penegakan HAM. 
Dukung Langkah Berani Prabowo, Rocky Gerung Apresiasi Ketegasan Presiden Sikat Oknum di Lingkaran Dekat Kekuasaan

Dukung Langkah Berani Prabowo, Rocky Gerung Apresiasi Ketegasan Presiden Sikat Oknum di Lingkaran Dekat Kekuasaan

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, menyampaikan pandangan optimis mengenai langkah tegas pemerintahan dalam melakukan pembersihan di sektor birokrasi dan pemberantasan korupsi. 
Partai Golkar Injak Usia ke-62, Anggota DPR RI Ini Tekankan Pentingnya Aksi Nyata untuk Masyarakat

Partai Golkar Injak Usia ke-62, Anggota DPR RI Ini Tekankan Pentingnya Aksi Nyata untuk Masyarakat

Partai Golkar turut menggelar sejumlah kegiatan sosial dalam rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62. Kegiatan sosial berisikan aksi donor darah ter...
Taisei Marukawa Tinggal Dua Tahap Lagi Jadi WNI, Berpeluang Besar Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Taisei Marukawa Tinggal Dua Tahap Lagi Jadi WNI, Berpeluang Besar Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Taisei Marukawa disebut hanya tinggal menjalani dua tahapan lagi sebelum proses perubahan kewarganegaraannya rampung.
Selengkapnya

Viral