Sekjen MUI Sikapi Ceramah Habib Alwi Assegaf yang Rendahkan Wanita: Dakwah Itu Mengajak Kebaikan
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, turut menyoroti ceramah Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf alias Habib Alwi Assegaf yang viral di media sosial. Dalam ceramah tersebut, sang pendakwah menuai kritik karena pernyataannya dinilai merendahkan perempuan.
Amirsyah menyayangkan sejumlah ucapan yang disampaikan Habib Alwi dalam ceramahnya. Potongan video yang memperlihatkan pernyataan tersebut belakangan beredar luas dan memicu perbincangan di tengah masyarakat.
Menurut Amirsyah, kegiatan dakwah semestinya menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan positif serta mengajak jemaah melakukan kebaikan, bukan justru melontarkan perkataan yang berpotensi menyinggung atau merendahkan orang lain.
"Pertama kami menyesalkan apa yang disampaikan Saudara Habib Alwi Assegaf. Kenapa? Karena sesungguhnya dakwah itu adalah mengajak dan bukan mengejek," ujar Amirsyah saat dihubungi melalui Apa Kabar Indonesia tvOne, Kamis (22/10/2026).
- ANTARA
Lebih lanjut, Sekjen MUI tersebut menjelaskan bahwa dakwah seharusnya memberikan pencerahan dan memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat. Oleh karena itu, penyampaian ceramah perlu memperhatikan etika serta menjaga suasana kegiatan keagamaan agar tetap mencerminkan nilai-nilai Islam.
Ia juga menilai sejumlah pernyataan dalam ceramah Habib Alwi sensitif karena menyangkut martabat perempuan, termasuk santriwati dan jemaah perempuan lanjut usia (lansia).
"Itu juga dakwah yang disampaikan Habib Alwi kelihatannya sangat sensitif membuat masyarakat kita tergerak pemahaman keagamaannya," terangnya.
Amirsyah kemudian menyinggung pernyataan Habib Alwi yang memicu kegaduhan. Menurutnya, ucapan yang mengarah pada pelecehan atau merendahkan perempuan tidak semestinya disampaikan oleh seorang penceramah maupun pendakwah.
Ia pun mendukung sikap tegas Wakil Ketua Umum (Waketum) MUI, KH Cholil Nafis, yang mengimbau masyarakat agar tidak lagi mengikuti kajian maupun mengundang Habib Alwi untuk mengisi ceramah.
"Pernyataannya sangat absurd. Untuk itu, KH Cholil Nafis sebelumnya mengajak masyarakat supaya tidak mengundang lagi saya kira wajar, kecuali dia minta maaf," jelasnya.
Buya Amirsyah, sapaan akrabnya, mengajak masyarakat, khususnya umat Islam yang aktif menyelenggarakan maupun mengisi kegiatan keagamaan untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai dan norma agama dalam setiap aktivitas dakwah.
Load more