Imbas Dugaan Keracunan Massal, Dua Sekolah di Bogor Diberlakukan 2 Hari Belajar Jarak Jauh.
- Instagram @rudysusmanto
Jakarta, tvOnenews.com - Dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Dramaga memaksa Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil langkah tegas di sektor pendidikan.
Seluruh kegiatan belajar mengajar tatap muka di kedua sekolah tersebut dihentikan sementara selama dua hari ke depan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini bertujuan untuk memberikan waktu istirahat yang maksimal bagi siswa yang terdampak.
"Kami berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, maka dua hari ke depan akan diberlakukan pendidikan jarak jauh," kata Rudy saat meninjau penanganan di Puskesmas Cangkurawok, Dramaga, Selasa (27/10).
Selain itu, langkah ini diambil sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium resmi keluar.
Terkait isu keterkaitan dengan program makan bergizi, Bupati menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah pemulihan kesehatan siswa.
Adapun evaluasi teknis mengenai dapur penyedia makanan berada di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).
Pemerintah daerah akan terus mendampingi para siswa hingga dipastikan seluruhnya kembali sehat dan dapat beraktivitas seperti sediakala.
Sebelumnya, dugaan keracunan makanan menimpa 481 siswa dari SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga.
Rudy Susmanto, memastikan seluruh biaya medis bagi ratusan siswa tersebut ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
"Jumlah siswa-siswi yang datang untuk meminta bantuan pengobatan itu 481 orang. Tetapi, 481 siswa-siswi ini belum tentu keracunan makanan atau minuman," kata Rudy.
"Gejala sekecil apa pun, ini adalah bagian dari masyarakat kami. Kami harus memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor," tambahnya.
Berdasarkan informasi dari Bupati Rudy, para siswa itu menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (26/10).
Kemudian, mereka mulai mengeluhkan sakit pada Senin malam hingga Selasa (27/10) pagi. (ant/dpi)
Load more